Sabtu, 25 April 2026

Berita Aceh Singkil

Sebagian Wilayah Aceh Singkil Hujan, Gelombang Laut 1,3 Meter 

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada lima kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, yang diperkirakan hujan ringan

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Subur Dani
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI/Dede Rosadi
JALUR DUA - Suasana jalan jalur dua di depan kantor bupati Aceh Singkil di Pulo Sarok, Singkil, 5 Januari 2026. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 


SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sebagian wilayah daratan Kabupaten Aceh Singkil, diprediksi hujan ringan, Rabu (7/1/2026). 

Baca juga: BPMA Turunkan Tim ke Lokasi, Gelembung Gas di Nagan Diduga Gas Rawa

Sedangkan di wilayah perairan Aceh Singkil, berawan tebal dengan gelombang 1,3 meter. 

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada lima kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, yang diperkirakan hujan ringan. 

Masing-masing Kecamatan Simpang Kanan, Gunung Meriah, Kota Baharu, Suro Makmur dan Kecamatan Singkohor. 

Baca juga: Hari Ini, Cuaca Banda Aceh Dominan Berawan, Siang hingga Sore Diprediksi Hujan 

Sedangkan Kecamatan Pulau Banyak Barat, Pulau Banyak, Kuala Baru, Danau Paris dan Kecamatan Singkil, berawan. 

Satu kecamatan sisanya, yaitu Kecamatan Singkil Utara diprediksi udara kabur. Cuaca disebut udara kabur ketika jarak pandang antara 1 sampai 5 kilometer. 

Suhu rata-rata Kabupaten Aceh Singkil, 24 sampai 30 derajat Celcius (⁰C) dan kelembapan udara 73 sampai 96 persen. 

Sementara itu cuaca maritim atau perairan Aceh Singkil, berawan tebal dengan suhu 27 ⁰C dan kelembapan relatif 83 persen. 

Baca juga: Jembatan Bailey di Beutong Berfungsi, Pagi Ini Diresmikan TRK dan Danrem

Angin berhembus dari arah Timur Laut dengan kecepatan 4 knot dan arus ke arah Barat Daya 44 centimeter per detik. 

Gelombang diprediksi 1,3 meter dalam kategori sedang. 

Nelayan dan warga yang melaut, pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan. 

Antara lain pelambung dan membawa alat komunikasi untuk menghubungi keluarga bila terjadi hal darurat.

Kemudian membawa global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi. 

Baca juga: Kapolresta Warning Pelaku Kejahatan, Kombes Andi Disambut Pedang Pora

Mengingat mengandalkan tanda-tanda alam, kadang terkendala terbatasnya jarak pandang.(*)

Baca juga: Ditangkap Amerika Serikat, Berapa Kekayaan Mantan Penguasa Venezuela Nicolas Maduro?

Baca juga: Kajari Aceh Selatan yang Baru Disambut dengan Peusijuk, Dihadiri Plt Bupati Baital Mukadis

Baca juga: Pemulihan Trauma Anak Korban Banjir dan Harapan yang tak Boleh Runtuh

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved