KUPI BEUNGOH
Pemulihan Trauma Anak Korban Banjir dan Harapan yang tak Boleh Runtuh
Bencana yang mereka alami bukan sekadar peristiwa sesaat, melainkan pengalaman yang membekas dalam ingatan dan emosi anak-anak.
Oleh: Cut Rumaisa
PASCA bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan luka yang tak kasat mata, terutama bagi anak-anak.
Di antara lumpur yang belum sepenuhnya kering, bangunan yang rusak, dan aktivitas warga yang perlahan kembali bergerak, anak-anak menjadi kelompok paling rentan yang sering luput dari sorotan utama pemulihan.
Di lokasi terdampak, kondisi lingkungan masih jauh dari kata pulih.
Sisa-sisa material bangunan, genangan lumpur, serta fasilitas umum yang belum sepenuhnya berfungsi menjadi pemandangan sehari-hari.
Bagi orang dewasa, situasi ini mungkin dimaknai sebagai tantangan untuk bangkit.
Namun bagi anak-anak, kondisi tersebut dapat memicu rasa takut, kebingungan, dan trauma berkepanjangan.
Baca juga: Gedung Masih Dipenuhi Lumpur, Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang Belajar di Sekolah Darurat
Bencana yang mereka alami bukan sekadar peristiwa sesaat, melainkan pengalaman yang membekas dalam ingatan dan emosi.
Anak-anak kehilangan rasa aman yang selama ini mereka kenal.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung berubah menjadi simbol ketidakpastian.
Ruang bermain menyempit, rutinitas terganggu, dan sebagian dari mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang asing.
Dalam situasi seperti ini, pemulihan trauma menjadi kebutuhan mendesak, bukan pelengkap dari proses rehabilitasi.
Pemulihan pascabencana tidak seharusnya hanya diukur dari seberapa cepat bangunan berdiri kembali atau infrastruktur diperbaiki.
Baca juga: Kapolres Lhokseumawe Hibur Anak-anak Korban Banjir di Pengungsian Saat Malam Tahun Baru
Ada aspek psikososial yang sama pentingnya, terutama bagi anak-anak.
Keceriaan mereka bukan sekadar tawa sesaat, melainkan indikator bahwa rasa aman perlahan kembali tumbuh.
anak korban banjir
pemulihan bencana
Trauma Healing
bencana Aceh
KONI Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Sebelum Kampus Sempat Bicara! |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 13, Keberlanjutan Perdamaian dan Membuka Ruang Peradaban Dunia |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian |
|
|---|
| Saatnya Wakaf Harus Naik Kelas, Dari Aset Diam Menjadi Kekuatan Umat |
|
|---|
| PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Cut-Rumaisa-Staf-KONI-Aceh.jpg)