Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Harga Telur

Harga Telur di Aceh Singkil Turun, Level Eceran Dijual Rp 57 Ribu per Papan

Harga telur ayam broiler di tingkat pedagang eceran di Kabupaten Aceh Singkil mengalami penurunan, Rabu (7/1/2026). Saat ini, harga telur dijual

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
TELUR AYAM BROILER – Tumpukan telur ayam broiler di salah satu pedagang eceran di Kabupaten Aceh Singkil, Rabu (7/1/2026). 
Ringkasan Berita:Kebutuhan telur ayam broiler di Kabupaten Aceh Singkil seluruhnya masih dipasok dari wilayah Sumatera Utara. Kenaikan harga yang terjadi sepanjang Desember 2025 lalu dipicu oleh terganggunya pasokan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Singkil.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Harga telur ayam broiler di tingkat pedagang eceran di Kabupaten Aceh Singkil mengalami penurunan, Rabu (7/1/2026). Saat ini, harga telur dijual Rp 57 ribu per papan isi 30 butir.

Harga tersebut turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 65 ribu per papan di pedagang eceran sepanjang Desember 2025. Jika dijual satuan, telur kini dibanderol Rp 2.000 per butir atau Rp 10 ribu untuk lima butir. Sebelumnya, Rp 10 ribu hanya mendapatkan empat butir.

“Sekarang harga telur sudah turun menjadi Rp 57 ribu per papan. Pembeli juga sudah bisa mendapatkan Rp 10 ribu untuk lima butir,” ujar Mona, pedagang telur eceran di kawasan Singkil Utara.

Ia menyebutkan, persediaan telur di tingkat pedagang eceran saat ini cukup melimpah, seiring dengan lancarnya pasokan dari distributor yang datang menggunakan mobil.

Kebutuhan telur ayam broiler di Kabupaten Aceh Singkil seluruhnya masih dipasok dari wilayah Sumatera Utara. Kenaikan harga yang terjadi sepanjang Desember 2025 lalu dipicu oleh terganggunya pasokan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Singkil.

Baca juga: Tak Hanya untuk Dimakan, Ini 5 Manfaat Telur bagi Kesehatan Kulit yang Jarang Disadari

“Ketika pasokan kembali lancar, harga telur otomatis turun,” ujar pedagang.

Ketergantungan pasokan dari Sumatera Utara terjadi karena budidaya ayam petelur di Aceh Singkil sulit berkembang. Faktor utama kendalanya adalah ketersediaan pakan ternak yang juga harus didatangkan dari Sumatera Utara.

Dari sisi bisnis, kondisi tersebut dinilai kurang efisien. Warga lebih memilih menjadi pemasok telur dibandingkan membudidayakan ayam petelur, karena pakan yang dibeli dari Medan kerap terlambat akibat kendala transportasi.

Dalam hal ini, diperlukan intervensi Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk memastikan ketersediaan pakan ayam petelur di daerah dengan harga yang mampu bersaing dengan Medan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tertarik mengembangkan usaha budidaya ayam petelur secara lokal. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved