Warga Masih Bersihkan Lumpur Manual, Abu Heri Usul Excavator Mini
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T. Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri, mengusulkan agar Pemerintah Aceh segera mengadakan
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Hingga saat ini banyak warga di desa-desa masih membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara manual dengan peralatan seadanya.
- Kondisi tersebut dinilai memperlambat proses pemulihan pascabencana serta berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat.
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T. Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri, mengusulkan agar Pemerintah Aceh segera mengadakan excavator mini untuk mempercepat pembersihan lumpur dan pasir yang masih menimbun rumah warga serta fasilitas umum di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor.
Menurut Abu Heri, hingga saat ini banyak warga di desa-desa masih membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara manual dengan peralatan seadanya. Kondisi tersebut dinilai memperlambat proses pemulihan pascabencana serta berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat.
“Masih banyak warga yang berjibaku membersihkan lumpur dan tanah dengan peralatan sederhana. Ini sangat melelahkan dan tentu memperlambat pemulihan. Jika memungkinkan, Pemerintah Aceh dapat segera melakukan pengadaan excavator mini,” kata Abu Heri, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, apabila pengadaan alat tersebut belum memungkinkan, Pemerintah Aceh dapat mengusulkan bantuan excavator mini kepada Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana yang dibentuk oleh Pemerintah Pusat.
Baca juga: Tiga SMAN Terdampak Banjir di Nagan Raya Sudah Bersih, PBM Kembali Normal
“Setidaknya bisa diusulkan agar Satgas dari pusat mengirimkan excavator mini ke daerah terdampak. Alat ini sangat efektif, terutama untuk kawasan padat penduduk dan jalan-jalan sempit yang tidak bisa dijangkau alat berat berukuran besar,” ujarnya.
Selain pengadaan alat, Abu Heri juga mendorong agar kegiatan pembersihan pascabencana dikemas dalam program cash for work atau padat karya tunai. Menurutnya, skema tersebut tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan, tetapi juga membantu menopang perekonomian warga terdampak.
“Jika pembersihan dijadikan program padat karya tunai, manfaatnya akan ganda. Lingkungan cepat pulih dan warga memperoleh penghasilan di tengah kondisi sulit,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait lambannya penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh. Ia berharap pemerintah dapat lebih responsif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.(*)
| 575 KK di Kuta Ateuh Sabang Terima Subsidi Listrik, Total Rp155 Juta |
|
|---|
| Cuaca Jumat 24 April, Sedia Payung, Kota Subulussalam Diguyur Hujan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Abdya 24 April 2026: Delapan Kecamatan Diguyur Hujan |
|
|---|
| Cuaca Jumat 24 April 2026, Hujan Guyur Tujuh Kecamatan di Aceh Singkil |
|
|---|
| Penambangan Emas Tanpa Izin di Geumpang, Polres & Kodim Pidie Lakukan Sosialisasi Preventif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/T-Heri-Suhadi-akrab-disapa-Abu-Heri-DPRA.jpg)