Sabtu, 25 April 2026

Banjir Landa Aceh

HRD Tinjau Jembatan Pante Lhoong yang Putus Diterjang Banjir, Warga Harap Dibangun Jembatan Bailey

HRD Tinjau Jembatan Pante Lhoong yang Putus Diterjang Banjir, Warga Harap Dibangun Jembatan Bailey

|
Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Ruslan Daud (HRD) didampingi Wakil Ketua DPRK Bireuen Surya Dharma dan Nanda Rizka (Abi Nanda) Ketua Fraksi PKB DPRK Bireuen dan tim, meninjau jembatan Pante Lhoong, di Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu (7/1/2026). (FOTO/FERIZAL HASAN) 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan Daud (HRD), meninjau langsung jembatan putus akibat banjir bandang yang menghubungkan Gampong Pantee Lhong Kecamatan Peusangan dengan Desa Kubu Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, Rabu (7/1/2026).

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan sekaligus yaitu Peusangan, Peusangan Siblah Krueng hingga Kecamatan Makmur. 

Putusnya jembatan ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh, terutama distribusi hasil pertanian dan akses pendidikan.

Zulfikar Muhammad, warga Desa Kubu menyampaikan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Hampir seluruh aktivitas ekonomi warga di kawasan itu bergantung pada akses Jembatan Pante Lhoong.

“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil sawah dan hasil perkebunan ke pasar, kalau jembatan ini tidak dibangun kembali, ekonomi warga ikut terhenti,” ujar Zulfikar.

Baca juga: HRD Tekankan Pendataan Riil Penyaluran Bantuan Untuk Peternak Terdampak Banjir

Hal senada juga dikatakan Keuchik Desa Kubu, Razali. Menurut dia, sebagai pengganti jembatan rangka baja yang putus tersebut, warga Peusangan Siblah Krueng berharap dapat dibangun jembatan bailey.

"Alhamdulillah dalam kunjungan tersebut, HRD menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan pembangunan jembatan bailey agar aktivitas masyarakat bisa segera kembali normal," ujar Razali.

Selain berdampak pada perekonomian, kata Razali, putusnya jembatan tersebut juga sangat mengganggu anak-anak sekolah yang bersekolah di Kecamatan Peusangan.

Warga juga berharap pembangunan jembatan sementara segera direalisasikan agar akses pendidikan kembali aman.

Baca juga: Respon Cepat HRD Turunkan Alat Berat Perbaiki Tanggul dan Jalan Putus di Babah Suak

“Kalau jembatan tidak segera dibangun kembali, kami harus memutar lewat Kutablang melalui lintas nasional Medan-Banda Aceh yang jaraknya mencapai 20 Km ke Matang Geulumpangdua, sedangkan lewat jembatan Pante Lhoong hanya berjarak 3 Km," ujar Razali.

Perlu alat berat untuk membersihkan material lumpur

Selain masalah jembatan, warga di sana juga mengharapkan pemerintah segera menurunkan alat berat guna membersihkan material lumpur yang menumpuk di kawasan permukiman. Ketinggian lumpur hampir mencapai dua meter, terutama di Desa Kubu.

Baca juga: HRD Minta Kementerian PU Prioritaskan Perbaikan Irigasi Jambo Aye

“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk membersihkan perkampungan warga yang tertimbun lumpur,” pinta Keuchik Razali.

Kunjungan HRD ke jembatan tersebut, diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan infrastruktur terdampak banjir. Hal itu juga sekaligus untuk mencegah terjadinya isolasi wilayah dan krisis sosial ekonomi yang lebih luas di Peusangan Siblah Krueng dan sekitarnya. (adi)

Baca juga: HRD Desak Menteri PU Bangun Huntara untuk Pengungsi Aceh Utara

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved