Dunia Kampus
Dosen UIN Ar-Raniry Teliti Tragedi Kelam Pulot–Cot Jeumpa, Raih Gelar Doktor di USK
Muhammad Thalal, Dosen sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Muhammad Thalal, Dosen sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berhasil mempertahankan disertasinya pada sidang disertasi Program Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS), Kamis (8/1/2025) di Ruang Teleconference Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.
Sidang yang meluluskan Doktor ke-50 pada DPIPS itu dipimpin Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Dr Muhammad Syukri M Ed tersebut menghadirkan tim penguji Profesor Dr Yusri Yusuf MPd, Ketua Majelis Adat Aceh dan Associate Professor Dr TM Jamil MSi, peneliti Pusat Kajian Politik dan Sosial bertindak sebagai penguji konsentrasi.
Baca juga: Hasan Tiro, Surat Ultimatum dan Tragedi Pulot Cot Jeumpa Aceh Besar
Hadir juga sebagai penguji luar institusi, Dr Reza Idria MA, antropolog lulusan Universitas Harvard Amerika Serikat, yang saat ini sebagai ketua Asosiasi Tradisi Lisan Aceh dan Direktur Eksekutif ICAIOS.
Disertasi Muhammad Thalal memperkenalkan konsep Nested Contentious Memory atau Memori Bersarang yang Kontroversial yang telah dipublikasikan dalam Frontiers in Political Science, sebuah jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1 yang terbit di Lausanne, Swiss.
Konsep Nested Contentious Memory menjelaskan bahwa ingatan orang Aceh tentang kekerasan masa lalu tetap hidup dalam berbagai lapisan dan bertahan secara laten karena dipelihara oleh masyarakat meskipun absen dalam pendidikan sejarah di sekolah.
Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Aceh menggunakan ritual keagamaan dan tradisi lisan untuk menjaga kebenaran sejarah mereka. Hal ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan sejarah di wilayah pascakonflik seperti Aceh.
Thalal mengharapkan kajiannya memberikan kontribusi nyata bagi penulisan sejarah lokal Aceh dan pengembangan pendidikan sejarah kritis di Indonesia.
Penelitian Muhammad Thalal berfokus pada rekonstruksi historis berdasarkan memori kolektif mengenai tragedi Pulot-Cot Jeumpa yang terjadi pada akhir Februari dan awal Maret 1955.
Ia menyatakan bahwa tragedi ini bukan merupakan insiden tunggal, tetapi merupakan bagian dari rangkaian peristiwa DI/TII.
Tim promotor yang terdiri atas para pakar membimbing penelitian ini.
Sejarawan Aceh, Profesor Dr Husaini Ibrahim MA, bertindak sebagai promotor utama.
Para ko-promotor adalah Profesor Dr Asnawi MEd, Koordinator Prodi Doktor Ilmu Pendidikan FKIP USK dan Dr Effendi Hasan MA, Pakar politik dari FISIP USK.(*)
| Fakultas Teknik Umuslim Gelar Kuliah Umum, Ini Bahasannya |
|
|---|
| Konjen India Resmikan Indian Corner di IAIN Langsa, Paparkan Peluang Global hingga Beasiswa |
|
|---|
| Gelar Festival Pendidikan, Komunikasi Unimal: Nilai Lokal Modal Hadapi Tantangan Global |
|
|---|
| IAIN Langsa Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN, Kuota Maba 1.200, Ini Jadwal Tesnya |
|
|---|
| 16 Dosen FKIP UNIKI Raih Pendanaan Hibah PPM 2026, Ini Daftarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/thalal-raih-doktor.jpg)