Rabu, 3 Juni 2026

Banda Aceh

Ini Prakiraan Cuaca di Banda Aceh hingga Tinggi Gelombang di Sabang Menurut BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) memprediksi...

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
PRAKIRAAN CUACA - Ilustrasi prakiraan cuaca selama tiga hari. Ini Prakiraan Cuaca di Banda Aceh hingga Tinggi Gelombang di Sabang Menurut BMKG. 

 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memprediksi Banda Aceh berpotensi hujan ringan hingga sedang pada Sabtu (10/1/2026), terutama siang hingga sore hari.
  • Peringatan dini hujan sedang–lebat disertai angin kencang dikeluarkan untuk tujuh wilayah Aceh akibat pengaruh sirkulasi siklonik.
  • Masyarakat dan nelayan diimbau waspada bencana hidrometeorologi serta gelombang laut sedang hingga 2,5 meter yang berlaku hingga 13 Januari 2026.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) memprediksi, Banda Aceh berpotensi hujan pada ringan pada Sabtu (10/1/2026).

“Khusus untuk Banda Aceh, perlu diwaspadai terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada saat siang menjelang sore hari,” jelas Prakirawan BMKG, Nasyithah Az-zahra Lubis saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

Kemudian secara umum, kondisi cuaca di Provinsi Aceh dominan berawan pada saat pagi hari, namun berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada saat siang menjelang sore hari, serta malam dan dini hari dalam beberapa hari ke depan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca berupa potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada tujuh wilayah meliputi Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Kondisi yang sama dapat terjadi di wilayah Aceh Selatan dan Aceh Singkil pada Minggu (11/1/2026) esok harinya.

Prakirawan BMKG itu menyampaikan, terpantau adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh yang memicu adanya konvergensi di wilayah provinsi ini. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di pesisir barat Aceh dapat meningkatkan penambahan massa uap air.

“Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” jelas Nasyithah.

Baca juga: Kabar Baik, Pengantin Akad Nikah di Tiga Masjid Kawasan Banda Aceh Ini Langsung Dapat KTP-El dan KK

Pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan lainnya akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama. “Jika melihat awan tebal hitam dan hujan mulai rintik rintik di daerah pegunungan, maka masyarakat disarankan untuk meninggalkan daerah lerengan serta wilayah aliran sungai,” tambahnya.

Di sisi lain, tinggi gelombang kategori sedang, berkisar antara 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sabang - Banda Aceh, Aceh Besar - Meulaboh, Abdya - Simeulue, Aceh Singkil - Pulo Banyak, perairan utara Pidie Jaya - Aceh Besar, dan perairan selatan Simeulue.

Kondisi ini berisiko terhadap nelayan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Serta kapal tongkang bila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. “Berlaku hingga 13 Januari 2026 mendatang,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved