Berita Bireuen
Jembatan Putus di Peusangan Bireuen, Warga Temukan Harapan di Perahu Ketek
Setiap hari, dua warga setempat mengoperasikan mesin Honda Prima yang menarik kabel seling dari tepi sungai.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak jembatan Pante Lhong di Peusangan, Bireuen, putus akibat banjir besar November lalu, warga di Desa Blang Panjoe dan Desa Kubu sempat terisolasi.
Namun kini, ada secercah harapan yang hadir di atas aliran sungai itu: sebuah perahu ketek sederhana yang dirakit warga untuk menghubungkan dua desa.
Perahu ketek ini bukan sembarang rakit. Bagian bawahnya disangga 28 drum plastik berisi angin, di atasnya papan kayu dirangkai rapi hingga menyerupai kantin terapung.
Lebarnya sekitar 4,5 x 7 meter, lengkap dengan dinding, tempat duduk, bahkan mampu menampung sepeda motor.
Setiap hari, dua warga setempat mengoperasikan mesin Honda Prima yang menarik kabel seling dari tepi sungai.
Dengan cara itu, perahu bergerak perlahan dari barat ke timur, membawa penumpang menyeberang dengan aman. Tak lupa, pelampung disediakan agar setiap orang merasa lebih tenang.
Abubakar (50), Kepala Dusun Gle Riseh sekaligus penanggung jawab perahu ketek, mengatakan rakit ini dibangun demi memudahkan masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
“Kalau ada anak sekolah yang tidak punya uang, boleh gratis. Dua orang anak sekolah cukup Rp 5.000,” ujarnya sambil tersenyum.
Biaya penyeberangan memang terjangkau: Rp 5.000 untuk satu orang, Rp 10.000 untuk sepeda motor.
Namun lebih dari sekadar ongkos murah, kehadiran perahu ketek ini menjadi simbol gotong royong dan kepedulian warga.
Dalam dua hari beroperasi, penyeberangan berjalan lancar tanpa kendala.
Kini, meski jembatan belum kembali berdiri, masyarakat Blang Panjoe dan Kubu bisa bernafas lega.
Perahu ketek sederhana itu menjadi penghubung harapan, bukti bahwa kreativitas dan kebersamaan mampu menjembatani keterpisahan.
***
Jembatan Pante Lhong Peusangan Bireuen yang berada di Desa Blang Panjoe, Peusangan ke Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng Bireuen putus total dalam musibah banjir November tahun lalu.bersamaan dengan 28 jembatan lainnya.
Putusnya jembatan tersebut menyebabkan akses masyarakat berbagai kecamatan tidak bisa sama.sekali, membantu masyarakat untuk penyeberangan sejak dua hari lalu sudah ada perahu atau boat ketek yang lokasi dekat jembatan tersebut.
Amatan Serambinews.com, Jumat (9/1/2026) boat ketek dirakit sedemikian rupa, bagian bawah dipasang 28 drum plastik berisi angin, kemudian dirangkai papan sebagai tempat para penumpang, pada bagian ujung seperti perahu dua unit dirangkai.
Lebar boat ketek 4,5 x 7 meter.nyaris seperti kantin terapung, ada dinding dan ada tempat duduk, juga muat beberapa unit kendaraan roda dua.
Operasional boat ketek tersebut.ditarik dengan kabel seling dari dua arah yaitu arah Desa Kubu dan arah Desa Blang Panjoe, kabel ditarik dengan mesin Honda Prima dipasang di lokasi tersebut.
Terlihat ada dua warga mengontrol mesin tersebut menarik kabel agar boat bergerak dari sebelah barat ke timur dan sebaliknya.
Dalam boat juga ada baju pelampung, setiap penumpang.yang menyeberang diminta memakai baju pelampung tersebut.
Kepala Dusun Gle Riseh, Gampong Blang Panjoe, Abubakar (50) selaku penanggungjawab boat ketek kepada Serambinews.com mengatakan, getek ini dibangun bertujuan membantu memudahkan masyarakat dan juga anak sekolah menyeberangi sungai.
Membantu penyeberangan arah Desa Blang Panjoe maupun dari seberang Desa Rakit atau getek ini menggunakan 28 drum plastik di isi angin dilengkapi ruangan untuk penumpang dan sepeda motor.
Aktivitas ini sudah berjalan dua hari, alhamdulillah.penyeberangan orang dan kenderaan tidak ada kendala, untuk menarik getek dari kedua arah pinggiran sungai kami menggunakan dua mesin sepeda motor.
Menyangkut biaya atau ongkos penyeberangan, Abubakar.mengatakan, biaya penyeberangan paling murah, satu sepeda motor Rp 10.000, satu orang Rp 5.000.
“Anak sekolah dua orang boleh Rp 5.000 bahkan kalau memang dia tidak ada uang gratis juga boleh,” ungkapnya didampingi rekannya.
Hadirnya boat ketek tersebut untuk membantu.masyarakat seberang sungai dari Gampong Blang Panjoe Kecamatan Peusangan ke Kubu Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen. (*)
| Ingat! Mobil dari Arah Banda Aceh Dilarang Melintasi Jembatan Kutablang, Truk & Ambulan Diizinkan |
|
|---|
| 11 Boat Ketek Beroperasi di Ulee Jalan Bireuen, Seberangkan Warga untuk Merayakan Idul Adha |
|
|---|
| UIA Bireuen Buka Pendaftaran PMB Semester Ganjil 2026, Korban Banjir Dapat Keringanan SPP |
|
|---|
| Empat Keping Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah, Kendaraan Tertahan 6 Jam Lebih |
|
|---|
| SMAN 1 Bireuen Raih Peringkat Satu Top 10 SMA Lulus SNBT Se-Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perahu-ketek-1001.jpg)