Senin, 1 Juni 2026

Berita Bireuen

Jembatan Putus di Peusangan Bireuen, Warga Temukan Harapan di Perahu Ketek

Setiap hari, dua warga setempat mengoperasikan mesin Honda Prima yang menarik kabel seling dari tepi sungai.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Boat Ketek- Boat ketek di dekat jembatan Pante Lhong yang putus, Jumat (9/1/2026) sedang beroperasi menyeberang warga. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris |  Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak jembatan Pante Lhong di Peusangan, Bireuen, putus akibat banjir besar November lalu, warga di Desa Blang Panjoe dan Desa Kubu sempat terisolasi. 

Namun kini, ada secercah harapan yang hadir di atas aliran sungai itu: sebuah perahu ketek sederhana yang dirakit warga untuk menghubungkan dua desa.

Perahu ketek ini bukan sembarang rakit. Bagian bawahnya disangga 28 drum plastik berisi angin, di atasnya papan kayu dirangkai rapi hingga menyerupai kantin terapung. 

Lebarnya sekitar 4,5 x 7 meter, lengkap dengan dinding, tempat duduk, bahkan mampu menampung sepeda motor.

Setiap hari, dua warga setempat mengoperasikan mesin Honda Prima yang menarik kabel seling dari tepi sungai. 

Dengan cara itu, perahu bergerak perlahan dari barat ke timur, membawa penumpang menyeberang dengan aman. Tak lupa, pelampung disediakan agar setiap orang merasa lebih tenang.

Abubakar (50), Kepala Dusun Gle Riseh sekaligus penanggung jawab perahu ketek, mengatakan rakit ini dibangun demi memudahkan masyarakat, terutama anak-anak sekolah. 

“Kalau ada anak sekolah yang tidak punya uang, boleh gratis. Dua orang anak sekolah cukup Rp 5.000,” ujarnya sambil tersenyum.

Biaya penyeberangan memang terjangkau: Rp 5.000 untuk satu orang, Rp 10.000 untuk sepeda motor. 

Namun lebih dari sekadar ongkos murah, kehadiran perahu ketek ini menjadi simbol gotong royong dan kepedulian warga. 

Dalam dua hari beroperasi, penyeberangan berjalan lancar tanpa kendala.

Kini, meski jembatan belum kembali berdiri, masyarakat Blang Panjoe dan Kubu bisa bernafas lega. 

Perahu ketek sederhana itu menjadi penghubung harapan, bukti bahwa kreativitas dan kebersamaan mampu menjembatani keterpisahan.

***

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved