Rabu, 3 Juni 2026

Berita Aceh Barat Daya

Pemerintah Abdya Subsidi Tarif Air Bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

"Tahun ini kita tidak lagi mengajukan anggaran penyertaan modal. Sebab, setelah kita kalkulasikan, pendapatan

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Masrian Mizani
Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya, SM Riza Ariffiandi. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia 
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan subsidi tarif air bersih untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berlangganan di Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Abdya.

Plt Direktur Perumdam Tirta Abdya SM Riza Ariffiandi mengatakan, anggaran subsidi air bersih itu ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) kabupaten setempat.

"Tahun ini Pemerintah Abdya memberikan subsidi tarif air bersih Rp 1 miliar untuk MBR yang di tempatkan ke Dinas PUPR," kata SM Riza Ariffiandi, kepada Serambinews.com, Minggu (11/1/2026).

Untuk Perumdam Tirta Abdya sendiri, kata Riza, tahun 2026 pihaknya tidak lagi mengajukan penyertaan modal ke pemerintah daerah, sebab secara pendapatan sudah tergolong mandiri.

"Tahun ini kita tidak lagi mengajukan anggaran penyertaan modal. Sebab, setelah kita kalkulasikan, pendapatan perusahaan sudah memenuhi target. Maka, tahun ini kita menargetkan akan menyumbang PAD," jelasnya.

Ia menjelaskan, subsidi tarif air bersih yang diberikan oleh Pemerintah Abdya itu yang menerima adalah MBR.

"Subsidi ini untuk MBR, bukan penyertaan modal untuk Perumdam. Ini dua sisi yang berbeda," ucapnya.

Subsidi tarif air bersih kepada MBR itu, kata Riza, diatur khusus dalam PP nomor 132 tahun 2015 dan Permendagri nomor 21 tahun 2020 pasal 29A, dimana pemerintah diwajibkan untuk untuk memberikan subsidi kepada masyarakat berpenghasilan rendah, karena air merupakan kebutuhan dasar. 

"Subsidi ini juga diatur dalam Pergub dan Perbup. Jika memang diperlukan, Perumdam Tirta Abdya diperbolehkan secara aturan meminta kembali penyertaan modal dengan alasan tertentu, tetapi itu tidak kami lakukan, karena secara neraca keuangan sekarang sudah sehat dan mandiri," kata Riza.

Ia menyebutkan, Perumdam Tirta Abdya tahun 2026 ini tidak mengajukan lagi penyertaan modal ke pemerintah kabupaten setempat, karena kondisi perusahaan tersebut sudah mandiri secara keuangan.

Riza mengatakan, pada tahun 2025 lalu perusahaan plat merah tersebut mengalami pencapaian signifikan, baik itu penambahan pelanggan, pendapatan, dan efektifnya penagihan rekening air.

"Pada akhir Mei hingga Desember 2025 jumlah pelanggan naik menjadi 6.561 dari sebelumnya hanya 3.844 pelanggan," kata Riza.

Selain itu, sebutnya, pihak perumdam juga menerima 509 aduan dari masyarakat melalui nomor hotline terkait permasalahan air bersih di lapangan. 

Dari total tersebut sebanyak 498 aduan terselesaikan atau mencapai 98 persen.

Sementara pendapatan mulai Juni hingga Desember 2025, sebut Riza, juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

"Sebelumnya, pendapatan per bulan hanya Rp 60 juta, saat ini mencapai Rp 148.502.200. Untuk pendapatan mulai Juni hingga Desember 2025 mencapai Rp 891.013.200," ucapnya.

Riza menjelaskan, efektivitas penagihan rekening air dari Juni hingga Desember 2025 sebesar 107 persen. Dimana terdapat piutang lama yang dapat tertagih sebesar Rp 66.955.150.

"Saat ini karyawan di Perumdam Tirta Abdya juga kita tambah menjadi 35 orang dari sebelumnya hanya 16 orang. Hal ini kita lakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.

Selama ia menjabat sebagai Plt, Riza juga telah  menyelesaikan berbagai persoalan, seperti permasalahan dengan pelanggan atau masyarakat di Kecamatan Jumpa terkait penerapan tarif air minum dan menyelesaikan berbagai kerusakan pada instalasi asesoris meteran bantuan DAK Air Minum tahun sebelumnya.

Pada tahun 2026 ini, sebut Riza, ia menerapkan target sistem manajemen kinerja berbasis KPI (Key Performance Indicator) sebagai alat utama untuk merencanakan, mengukur, menilai, dan meningkatkan kinerja perusahaan, maupun individu secara terukur, objektif, dan berkelanjutan.

"Kita tidak lagi meminta penyertaan modal dari pemerintah mulai tahun 2026, dikarenakan secara aspek keuangan perusahaan mulai menuju mandiri. 

Sehingga pada tahun ini kita menargetkan akan menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) minimal Rp 500 juta, dan ini sudah melalui perhitungan dan estimasi pertumbuhan pendapatan Perumdam Tirta Abdya," ucap Riza optimis.

Selain itu, tuturnya, penambahan cakupan pelayanan pada wilayah yang belum terpasang jaringan pipa distribusi, optimalisasi produksi untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) seperti pengadaan genset untuk IPA Lembah Sabil, peremajaan jaringan pipa distribusi yang sudah lama/rusak untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan.

Namun demikian, sebut Riza, ada sejumlah permasalahan yang masih dialami, yaitu maraknya pencurian meteran yang semakin meresahkan, dan juga terdapat Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) yang sudah lama/rusak sehingga mengganggu layanan distribusi air ke rumah pelanggan.

"Kami memahami dan memaklumi masih terdapat kekurangan lainnya yang masih harus dibenahi. Kami dari memohon maaf yang kepada pelanggan yang belum mendapatkan layanan maksimal," ucapnya.

Segala masukan dan kritik dari pelanggan, kata Riza, akan dijadikan evaluasi untuk perbaikan kinerja di tahun 2026.

"Kritikan ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap kami. Kami juga memohon dukungan dan peran serta masyarakat untuk mengawasi dan mengkritisi setiap langkah kebijakan dan kinerja sekarang dan kedepannya," kata Riza.

Keberhasilan yang ditorehkan ini, sebut Riza, tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Abdya Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, serta pihak terkait lainnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya Bapak Bupati Safaruddin yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga pengelolaan Perumdam Tirta Abdya bisa berjalan maksimal," pungkas Riza. (*)

Baca juga: Segini Harga Emas di Abdya Minggu 11 Januari 2026

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved