Kamis, 23 April 2026

Berita Lhokseumawe

Groundbreaking Sekolah Rakyat Lhokseumawe, Target Rampung Juni & Tampung 1.080 Siswa

Pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Jeulikat, Lhokseumawe resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Sayuti Abubakar.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
GROUNDBREAKING SEKOLAH RAKYAT - Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar melakukan letak batu pertama atau groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Senin (12/01/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Jeulikat, Lhokseumawe resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Sayuti Abubakar.
  • Sekolah terpadu SD, SMP, dan SMA ini dirancang menampung 1.080 siswa dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah pusat.
  • Selain meningkatkan pemerataan pendidikan, proyek ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Pembangunan Sekolah Rakyat di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, resmi dimulai. 

Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking berlangsung pada Senin (12/01/2026), dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr Sayuti Abubakar, SH, MH.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti menegaskan, bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap proyek ini.

“Sekolah Rakyat ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk semua,” kata Wali Kota. 

Insya Allah Juni selesai, dan Juli 2026 sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Sayuti.

Baca juga: Sekolah Rakyat Mulai Dibangun di Nagan Raya, Bupati TRK Apresiasi Presiden Prabowo

Full Pembiayaan Pusat

Sayuti menambahkan, masyarakat tidak perlu meragukan kualitas sekolah yang sedang dibangun. 

Sebab, seluruh biaya pembangunan dan operasional ditanggung oleh Pemerintah Pusat.

Hal ini mencakup standar fasilitas, tenaga pendidik, serta sistem pendidikan yang akan diterapkan.

“Yakinlah, Sekolah Rakyat ini adalah sekolah bermutu. Semua pembiayaan ditanggung Pemerintah Pusat, sehingga kualitasnya terjamin,” tegasnya.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai satuan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, dalam satu lokasi. 

Total terdapat 36 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 1.080 siswa.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • SD: 18 rombel (540 siswa)
  • SMP: 9 rombel (270 siswa)
  • SMA: 9 rombel (270 siswa)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved