Senin, 20 April 2026

Banjir di Pidie Jaya

Jalan di Pidie Jaya Masih Berlumpur, Akses Warga Terganggu

Satu alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur sisa banjirbandang, agar genangan air bisa mengalir ke bawah.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR/Muhammad Nazar
BERSIHKAN LUMPUR : Alat berat membersihkan lumpur sisa banjir untuk mengaliri genangan air di badan jalan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie, Selasa (13/1/2026). Genangan air sekitar 300 meter menyebabkan akses jalan terganggu. SERMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia

Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Badan jalan di Pidie Jaya masih terendam banjir hingga hampir dua bulan pascabanjir bandang. 

Pemkab Pidie Jaya dibantu TNI dan Polri telah membersihkan tanah lumpur di badan jalan, namun akibat hujan turun air kembali menggenangi jalan tersebut.

Pantauan Serambinews.com, Selasa (13/1/2026), menemukan ruas jalan di Gampong Blang Cut, Dayah Kruet, Beuringin, Pante Beureune, Meunasah Mancang, Dayah Husen dan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua masih tergendang lumpur. 

Satu alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur sisa banjirbandang, agar genangan air bisa mengalir ke bawah. 

Baca juga: PPNI Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Perawat dan Warga Terdampak Bencana

Sementara gundukan tanah di pinggir jalan belum dibersihkan, sehingga saat hujan turun lumpur kembali memenuhi badan jalan.

Lumpur menumpuk di sebagian badan jalan belum dipindah, guna menghalangi luapan air sungai yang kini tersumbat lumpur.

Selain itu, di Gampong Beurawang, Meunasah Lhok, Mesjid Tuha, Kecamatan Meuredue juga masih terendam lumpur. 

Zulfahmi Akbar (36) warga Gampong Blang Cut kepada Serambinews.com, Selasa (13/1/2026) mengatakan, saat ini ruas jalan di Gampong Blang Cut berubah menjadi alur sungai baru dampak banjir bandang.

Sehingga jalan yang berlumpur sangat terganggu bagi warga yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.

Menurutnya, jalan yang masih berlumpur sering digunakan anak-anak untuk bermain. Meski anak-anak rawan terkena penyakit kulit.

" Memang selama ini pemerintah telah membersihkan jalan berlumpur, tapi saat hujan turun lumpur dipinggir jalan turun kembali memenuhi badan jalan," ujarnya. 

Rauzatul Jannah (35) warga Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, kepada Serambinews.com, Selasa (13/1/2026) mengungkapkan, sekitar 300 meter jalan dari Meunasah Bie menghubungkan Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua terendam air. 

Sehingga tujuh gampong di Kecamatan Meurah Dua tidak bisa melintas, karena kendaraan tidak bisa menerobos genangan  air 300 meter. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved