Banjir di Pidie Jaya
Jalan di Pidie Jaya Masih Berlumpur, Akses Warga Terganggu
Satu alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur sisa banjirbandang, agar genangan air bisa mengalir ke bawah.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Badan jalan di Pidie Jaya masih terendam banjir hingga hampir dua bulan pascabanjir bandang.
Pemkab Pidie Jaya dibantu TNI dan Polri telah membersihkan tanah lumpur di badan jalan, namun akibat hujan turun air kembali menggenangi jalan tersebut.
Pantauan Serambinews.com, Selasa (13/1/2026), menemukan ruas jalan di Gampong Blang Cut, Dayah Kruet, Beuringin, Pante Beureune, Meunasah Mancang, Dayah Husen dan Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua masih tergendang lumpur.
Satu alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur sisa banjirbandang, agar genangan air bisa mengalir ke bawah.
Baca juga: PPNI Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Perawat dan Warga Terdampak Bencana
Sementara gundukan tanah di pinggir jalan belum dibersihkan, sehingga saat hujan turun lumpur kembali memenuhi badan jalan.
Lumpur menumpuk di sebagian badan jalan belum dipindah, guna menghalangi luapan air sungai yang kini tersumbat lumpur.
Selain itu, di Gampong Beurawang, Meunasah Lhok, Mesjid Tuha, Kecamatan Meuredue juga masih terendam lumpur.
Zulfahmi Akbar (36) warga Gampong Blang Cut kepada Serambinews.com, Selasa (13/1/2026) mengatakan, saat ini ruas jalan di Gampong Blang Cut berubah menjadi alur sungai baru dampak banjir bandang.
Sehingga jalan yang berlumpur sangat terganggu bagi warga yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.
Menurutnya, jalan yang masih berlumpur sering digunakan anak-anak untuk bermain. Meski anak-anak rawan terkena penyakit kulit.
" Memang selama ini pemerintah telah membersihkan jalan berlumpur, tapi saat hujan turun lumpur dipinggir jalan turun kembali memenuhi badan jalan," ujarnya.
Rauzatul Jannah (35) warga Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, kepada Serambinews.com, Selasa (13/1/2026) mengungkapkan, sekitar 300 meter jalan dari Meunasah Bie menghubungkan Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua terendam air.
Sehingga tujuh gampong di Kecamatan Meurah Dua tidak bisa melintas, karena kendaraan tidak bisa menerobos genangan air 300 meter.
| BKM Keuchik Leumiek & Museum HKL Salurkan Bantuan Korban Banjir di Pidie Jaya |
|
|---|
| PGMNI Aceh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Korban Banjir Pidie Jaya |
|
|---|
| Cerita Keluarga Usman yang Tinggal di Tepi Sungai, Sempat Dikira Hanyut Dibawa Banjir Bandang |
|
|---|
| Banjir Genangan Landa Meureudu dan Ulim, Pemkab Salur Bantuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jalan-berlumpur-Pijay-1401.jpg)