Banjir Landa Aceh

Warga Gunong Kong Masih Gunakan Perahu

“Saat ini, warga mengandalkan perahu untuk menyeberang sungai ke pusat kecamatan dan kabupaten.” Irfanda Rinadi, Kalak BPBD Nagan Raya

Editor: mufti
Dok BPBD
Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Nagan Raya telah mengusul pembangunan jembatan bailey untuk Gunong Kong atau Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur ke pemerintah pusat.
  • Saat ini masyarakat setempat terpaksa menggunakan perahu sebagai transportasi utama sebab jembatan lama jenis rangka baja sepanjang 135 meter hancur diterjang banjir bandang
  • Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi SSTP berharap pusat dapat mengakomodir pembangunan jembatan bailey di Gunong Kong.

“Saat ini, warga mengandalkan perahu untuk menyeberang sungai ke pusat kecamatan dan kabupaten.” Irfanda Rinadi, Kalak BPBD Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya telah mengusul pembangunan jembatan bailey untuk Gunong Kong atau Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur ke pemerintah pusat.

Namun hingga kini hampir 2 bulan bencana melanda, pusat belum merespon permintaan tersebut. Gunong Kong merupakan salah satu daerah di Nagan Raya yang juga terdampak parah banjir bandang.     

Saat ini masyarakat setempat terpaksa menggunakan perahu sebagai transportasi utama sebab jembatan lama jenis rangka baja sepanjang 135 meter hancur diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi SSTP dikonfirmasi Serambi, Senin (19/1/2026) berharap pusat dapat mengakomodir pembangunan jembatan bailey di Gunong Kong.

Sebab, disatu dusun di Gunong Kong terdapat 100 rumah yang terisolir akibat tidak adanya akses jalan setelah jembatan lama putus. 

“Saat ini, warga mengandalkan perahu untuk menyeberang sungai ke pusat kecamatan dan kabupaten,” Irfanda Rinadi.

Sembari menunggu jawaban dari pusat, pemerintah daerah hanya memastikan tersedia perahu untuk warga. "Langkah lain saat ini juga sedang membersihkan jalan desa yang lama dari Alue Wakie ke Lamie yakni jalur darat," ujarnya.

Meskipun jaraknya sedikit jauh, Irfandi berharap bisa digunakan sementara waktu sebagai akses mengeluarkan hasil pertanian dari dusun yang terisolir tersebut.

Bangun huntap

Selain itu, Irfanda juga menyampaikan bahwa dampak bencana banjir membuat sejumlah rumah hancur di Gunong Kong. Saat ini, warga yang menjadi korban mengungsi ke rumah keluarganya. 

Irfandi mengatakan, pemerintah tidak membangun hunian sementara bagi korban yang rumahnya rusak di Gunong Kong, tapi langsung diusul hunian tetap (huntap). 

Huntara hanya dibangun di Beutong Ateuh sebanyak 128 unit bagi 674 kepala keluarga (KK), dengan rincian 1 huntara ditempati 5 KK.(riz)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved