Jumat, 24 April 2026

Harga Emas

Harga Emas di Aceh Timur Hampir Sentuh Angka 9 Juta per Mayam

Tak hanya emas perhiasan yang mengalami kenaikan, Logam Mulia (LM) juga mengalami kenaikan signifikan, batangan lokal meleset tinggi

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA
Emas perhiasan bentuk kalung di toko Tiara dan pekerja sedang menulis surat bukti pembelian emas. 

Tak hanya emas perhiasan yang mengalami kenaikan, Logam Mulia (LM) juga mengalami kenaikan signifikan, batangan lokal meleset tinggi

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Harga emas di Aceh Timur semakin tinggi, kenaikan dalam sepekan terakhir
hari ini mencapai rekor baru Rp 8.700.000 per kayak, hampir menyentuh angka 9 juta per mayam.

Adi penjual emas di toko Tiara Idi Rayeuk, menjelaskan bahwa harga emas kini terus melambung tinggi, selama sepakan terakhir. Harga pun terus menjulang tinggi.

"Selama sepekan ini harga naik terus, bahkan hampir mencapai 9 juta rupiah per mayam, mungkin akan naik lebih tinggi lagi kedepan," paparnya.

Adapun harga emas perhiasan tipe 99  harga sebelumnya Rp 8.400.000 per mayam, naik menjadi Rp 8.700.000 per mayam. 

Harga emas tipe A sebelumnya Rp 8.100.0000 naik menjadi Rp 8.400.000 per mayam.

Tak hanya emas perhiasan yang mengalami kenaikan, Logam Mulia (LM) juga mengalami kenaikan signifikan, batangan lokal meleset tinggi dari harga Rp Rp 2.567.000 per gram naik menjadi Rp 2.660.000 per gram. 

Sementara untuk emas Antam dari harga Rp 2.705.000 per gram melesat ke Rp  2.737.000 per gram, kenaikan mencapai 32.000 per gram

Untuk diketahui harga emas dunia semakin meleset jauh keatas hingga menciptakan rekor baru, pada Rabu (21/1/2026) harga emas di pasar spot mencapai US$ 4.800 per troy ons, angka ini mencatat kenaikan hingga 1,61 persen dari harga sebelumnya US$ 4.765,0 per troy ons.

Kenaikan harga emas dipicu oleh dua faktor saat ini, faktor utama masih disebabkan oleh ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan negera Uni Eropa terhadap pencaplokan Greenland.

Faktor kedua kondisi ekonomi Jepang saat ini sedang tidak stabil disebabkan oleh bunga utang melonjak, pada investor yang harus dibayar dalam jangka waktu 40 tahun, dan saat ini bunga naik diatas 4 persen , ini merupakan tingkat bunga tertinggi sejak 2007

Baca juga: Harga Emas di Aceh Menggila! Langsa Tembus Rp9 Juta, Banda Aceh hingga Abdya Ikut Meroket

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved