Jumat, 24 April 2026

Berita Sabang

Polsubsektor Pelabuhan Usulkan Pos Imigrasi di Balohan, Koordinasi Dinilai Belum Maksimal

“Kalau Imigrasi hadir langsung di pelabuhan, koordinasi bisa lebih cepat dan pengawasan dilakukan di titik masuk,” kata Zulkifli

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
Kapolsek Sukakarya, Ipda Hairul Saleh Ritonga, bersama Kapolsubsektor Sukajaya, IPTU Zulkifli, memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kecamatan Sukakarya di Aula Museum Sabang, Selasa (21/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kapolsubsektor Sukajaya, IPTU Zulkifli, mengatakan Balohan merupakan pintu utama mobilitas penumpang, termasuk warga negara asing (WNA).
  • Koordinasi pengawasan di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, dinilai belum berjalan optimal tanpa kehadiran langsung pihak Imigrasi di lokasi.
  • “Kalau Imigrasi hadir langsung di pelabuhan, koordinasi bisa lebih cepat dan pengawasan dilakukan di titik masuk,” kata Zulkifli

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Koordinasi pengawasan di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, dinilai belum berjalan optimal tanpa kehadiran langsung pihak Imigrasi di lokasi. 

Kondisi ini mendorong Polsubsektor Sukajaya yang bertugas di kawasan pelabuhan mengusulkan pembentukan pos Imigrasi.

Kapolsubsektor Sukajaya, IPTU Zulkifli, mengatakan Balohan merupakan pintu utama mobilitas penumpang, termasuk warga negara asing (WNA). 

Namun, pengawasan keimigrasian saat ini masih dilakukan dari luar kawasan pelabuhan.

“Kalau Imigrasi hadir langsung di pelabuhan, koordinasi bisa lebih cepat dan pengawasan dilakukan di titik masuk,” kata Zulkifli, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Warga Jeumpa Bireuen Berharap Polsubsektor Menjadi Polsek

Ia menilai, keterbatasan kehadiran Imigrasi di lapangan berpotensi memperlambat pertukaran informasi dan penanganan situasi yang melibatkan WNA.

Di sisi lain, sejumlah instansi seperti KSOP, Karantina, BPKS, dan Bea Cukai telah memiliki pos di kawasan pelabuhan dan aktif menjalankan fungsi masing-masing. 

Kehadiran Imigrasi dinilai akan melengkapi sistem pengawasan terpadu yang sudah berjalan.

“Yang dibutuhkan sekarang integrasi di lapangan. Hampir semua instansi sudah ada, tinggal Imigrasi agar pengawasan lebih solid,” ujarnya.

Ia berharap usulan pembentukan pos Imigrasi di Pelabuhan Balohan dapat segera direalisasikan guna memperkuat pengawasan arus masuk orang, khususnya WNA, secara lebih cepat dan terkoordinasi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved