Jumat, 8 Mei 2026

Berita Bireuen

Murid SDN 5 Peusangan Siblah Krueng Belajar di Tenda

Mereka terpaksa ditunda karena sekolah mereka rusak berat dihantam lumpur, lokasi sekolah tersebut tidak jauh dari Krueng Peusangan

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Para murid SDN 5 Peusangan Siblah Krueng di Desa Teupin Raya sejak beberapa waktu lalu belajar di tenda karena bangunan hancur diterjang banjir, para murid Kamis (22/1/2026) sedang belajar di tenda. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 40 murid SDN 5 Peusangan Siblah Krueng, Bireuen yang berlokasi di Desa Teupin Raya kecamatan tersebut sejak 6 Januari sampai Kamis (22/1/2026) belajar di tenda bantuan
Kemendikdasmen. 

Mereka terpaksa ditunda karena sekolah mereka rusak berat dihantam lumpur, lokasi sekolah tersebut tidak jauh dari Krueng Peusangan.

Amatan Serambinews.com, para murid didampingi gurunya saat jam istirahat mereka juga duduk bersama gurunya dalam tenda tersebut.

Beberapa murid terlihat juga sedang belajar, sebagian ada baju seragam sebagian memakai baju seadanya, mereka duduk bersimpuh dan ada meja kecil di depan mereka. 

Sedangkan gurunya duduk di ruangan bangunan lama yang juga seadanya beberapa kursi dan beberapa meja.

Kepala sekolah juga demikian duduk dalam satu ruangan bersama guru.

Baca juga: TNI dan Masyarakat Karya Bakti di Peusangan Selatan

Kepala SDN 5 Peusangan Siblah Krueng Mustaqimah SPd Gr kepada Serambinews.com mengatakan, saat banjir bandang waktu itu saat air sungai naik drastis.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (26/11/2026) malam air sudah naik di atas genteng, sekitar pukul 08.00 WIB ketinggian air sudah di atap sekolah dan banyak rumah hilang dan rusak berat. 

Dalam musibah tersebut, ke 40 murid korban banjir dan guru juga demikian banyak rumah rusak dihantam banjir. 

Setelah dihantam banjir, sekolah tersebut rusak total, semua aset dan dokumen tidak bisa diselamatkan.

Untuk sementara kata Kepala SDN 5 tersebut mereka belajar darurat di tenda tenda dan sudah berjalan hampir satu bulan.

Murid kelas I sampai kelas VI semua belajar di tenda bantuan.  

Baca juga: BNPB Sedang Verifikasi 26 Ribu Rumah Terdampak Banjir di Bireuen, 48 Huntap Terpusat di Krueng Simpo

Saat ini yang sangat dibutuhkan antara lain baju seragam muridnya, perlengkapan alat tulis siswa dan peralatan pendukung lainnya mulai dari meja, kursi dan lainnya. 

Kemudian, hampir semua laptop guru saat banjir disimpan di sekolah dan semua rusak, sekarang ada satu laptop digunakan bagi semua guru untuk berbagai keperluan.

“Air bersih juga sangat sulit dan mengharapkan bantuan penyediaan air bersih,” ujarnya. (*)

Baca juga: Truk Bermuatan Lebih 30 Ton Diminta Putar Balik di Jembatan Kutablang Bireuen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved