Banjir Landa Aceh

Pemkab Aceh Tengah Data Lahan Terdampak Banjir

Data yang sudah masuk ini kita pilih-pilih lagi untuk validasi data, apakah dia rusak berat, sedang, dan ringan. NASRUL LIWANZA

Editor: mufti
Serambinews.com
ILUSTRASI LAHAN TERDAMPAK BANJIR 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah mencatat luas lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor mencapai 2.765 hektare.
  • Dinas Pertanian Aceh Tengah juga menyiapkan skema pencetakan lahan baru bagi petani yang lahannya tidak lagi dapat digunakan, karena tertimbun longsor atau rusak parah.
  • Kerusakan irigasi menyebabkan sebagian sawah tidak dapat dialiri air secara optimal

Data yang sudah masuk ini kita pilih-pilih lagi untuk validasi data, apakah dia rusak berat, sedang, dan ringan. NASRUL LIWANZA, Kadistan Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah mencatat luas lahan pertanian yang terdampak banjir dan longsor mencapai 2.765 hektare. 

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Nasrul Liwanza saat memberikan keterangan terkait penanganan pascabencana di sektor pertanian.

“Luas lahan kita yang terdampak banjir atau longsor itu seluas 2.765 hektare,” kata Kadistan Aceh Tengah, Nasrul Liwanza kepada Serambi, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, saat ini Pemkab tengah melakukan pendataan dan validasi ulang terhadap lahan-lahan yang terdampak bencana.

Lahan tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan, yakni rusak berat, sedang, dan ringan. “Data yang sudah masuk ini kita pilih-pilih lagi untuk validasi data, apakah dia rusak berat, sedang, dan ringan,” terangnya.

Pada bagian lain, Nasrul menyebutkan, perbaikan dan revitalisasi lahan nantinya akan dikerjakan langsung oleh kelompok tani. Skema pembiayaan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pertanian.

“Menurut juknis dari Kementan, untuk yang rusak berat dan sedang itu sebesar Rp 15 juta, kemudian yang ringan sebesar Rp 5 juta,” jelasnya.

Selain revitalisasi lahan terdampak bencana alam, Dinas Pertanian Aceh Tengah juga menyiapkan skema pencetakan lahan baru bagi petani yang lahannya tidak lagi dapat digunakan, karena tertimbun longsor atau rusak parah.

“Sudah ada rencana dari Kementan. Lahan yang dulu masuk ke LBS (luas baku sawah) yang selama ini tidak digunakan akan kita cetak kembali,” kata Nasrul.(am)

Banyak Irigasi Rusak

Di sisi lain, Nasrul Liwanza juga menyoroti kondisi irigasi pertanian yang rusak akibat bencana.  Menurutnya, kerusakan irigasi menyebabkan sebagian sawah tidak dapat dialiri air secara optimal.

“Irigasi kita banyak yang rusak, ini yang mengakibatkan sawah sementara tidak bisa dialiri air. Ini juga akan kita rehabilitasi dan kita perbaiki,” ujarnya.

Untuk perbaikan irigasi, Nasrul menyebutkan, pengerjaannya juga akan melibatkan kelompok tani.  Saat ini, data sementara sudah disampaikan ke pemerintah pusat dan provinsi, serta masih dalam tahap verifikasi lapangan.

“Data sementara sudah disampaikan ke pusat dan tingkat satu. Sekarang lagi verifikasi ke lapangan. Insya Allah dalam waktu cepat akan dilaksanakan perbaikan irigasinya,” katanya.

Nasrul mengimbau petani agar tidak resah dan tetap tenang menghadapi kondisi lahan pascabencana.  Ia menegaskan pemerintah akan hadir bersama petani dalam proses pemulihan sektor pertanian. “Kepada petani, saya mengharapkan tidak usah resah. Pemerintah bersama petani akan menghadapi kondisi ini, sehingga ketahanan pangan kita akan dijaga,” tutup Nasrul.(am)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved