Berita Aceh Barat
Kebakaran Lahan Masih Membara Di Aceh Barat dan Aceh Selatan
karhutla yang melanda dua kabupaten yang di barat selatan Aceh, yaitu Aceh Barat dan Aceh Selatan, hingga kemarin belum berhasil dipadamkan
"Sejak awal mendapatkan informasi kebakaran itu, kami langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan, pemadaman, serta pemutusan penjalaran api," T Ronal Nehdiansyah, Plt Kepala BPBD Aceh Barat
"Kondisi diperparah oleh keterbatasan sumber air serta jauhnya jarak tempuh dari lokasi parkir kendaraan menuju titik api," Agusriadi, Petugas BPBD Aceh Selatan.
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua kabupaten yang di barat selatan Aceh, yaitu Aceh Barat dan Aceh Selatan, hingga kemarin belum berhasil dipadamkan. Bahkan, di Aceh Selatan cakupan lahan yang dilahap api kian meluas. Hingga, Senin (26/1/2026), upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas terkait.
Di dua kabupaten itu, total lahan dan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 56 hektar, dengan rincian 19 hektare di Aceh Barat dan 37 hektare di Aceh Selatan.
Dampaknya, aktivitas petani untuk berkebun terganggu dan banyak warga yang menetap di kawasan yang terbakar mulai mengalami gangguan pernafasan.
Di Aceh Barat, kebakaran lahan pertama kali dilaporkan terjadi pada, Kamis (15/1/2026). Api dengan cepat menjalar, melahap lahan-lahan tidur hingga kebun warga.
Berdasarkan BPBD Aceh Barat per Minggu (25/1/2026), lokasi karhutla tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, Woyla Barat, Meureubo, Pante Ceureumen, dan Kecamatan Bubon.
Di Kecamatan Johan Pahlawan, yang merupakan ibu kota kabupaten, kebakaran terjadi di Gampong Lapang, Suak Raya, dan Suak Nie. Sementara di Kecamatan Woyla berada di Gampong Aron Baroh, Kecamatan Woyla Barat di Gampong Blang Luah LM dan Napai, Kecamatan Meureubo di Gampong Alue Peunyareng dan Pasi Aceh Tunong, Kecamatan Pante Ceureumen di Gampong Pulo Teungoh, serta Kecamatan Bubon di Gampong Peulanteu dan Suak Pangkat.
Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, kepada Serambi, Senin (26/1/2026) mengatakan, saat ini kebakaran hutan dan lahan itu saat ini masih dalam proses pengendalian petugas terkait.
"Sejak awal mendapatkan informasi kebakaran itu, kami langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan, pemadaman, serta pemutusan penjalaran api,"ujar Teuku Ronal Nehdiansyah.
Upaya penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, KPH Wilayah IV Aceh, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.
Sementara di Aceh Selatan, kebakaran lahan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bakongan dan Kecamatan Trumon Timur, dengan total luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 37 hektar.
Di kabupaten itu, kebakaran pertama kali muncul pada, Jumat (23/1/2026), yang diduga berasal dari pembakaran untuk pembukaan lahan.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan, Senin (26/1/2026) kebakaran di Kecamatan Bakongan terjadi di Gampong Keude Bakongan, sementara di Kecamatan Trumon Timur berlokasi di Gampong Pinto Rimba.
Di Bakongan, kebakaran bermula dari aktivitas pembukaan lahan kebun baru. Api kemudian merambat ke perkebunan kelapa sawit di sekitarnya. Hingga kemarin, api yang terus menjalar belum sepenuhnya dapat dipadamkan.
"Kondisi diperparah oleh keterbatasan sumber air serta jauhnya jarak tempuh dari lokasi parkir kendaraan menuju titik api. Dari total sekitar 7 hektar lahan yang terbakar di Bakongan, baru sekitar 1,25 hektar yang berhasil dipadamkan secara bertahap," kata petugas Pusdalops BPBD Aceh Selatan, Agusriadi.
Sementara itu, di Kecamatan Trumon Timur kondisinya lebih parah, dengan estimasi area terbakar mencapai sekitar 30 hektar. Pemadaman dilakukan secara manual, karena kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 7 kilometer dari akses jalan.(sb/is)
Warga Mulai Susah Bernapas
Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, mulai menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Asap dilaporkan menyebar luas hingga ke permukiman warga, terutama pada malam hari.
Salah seorang warga Bakongan, Kafrawi, mengaku kondisi asap sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan warga. Menurutnya, meski telah menggunakan masker, masyarakat tetap merasakan sesak saat bernapas.
"Asapnya sangat tebal, sampai susah bernapas dan terasa sakit di kerongkongan. Walaupun sudah pakai masker, tetap terasa sesak dan nyeri di tenggorokan. Kondisi ini paling parah terasa pada malam hari," ujar Kafrawi, Jumat (23/1/2026).
Ia berharap Pemkab Aceh Selatan segera turun tangan dengan melakukan penanganan darurat agar kebakaran dapat segera dipadamkan dan dampak asap tidak semakin meluas. "Kami sangat berharap ada penanganan darurat dari Pemkab Aceh Selatan supaya api cepat padam dan warga tidak terus-terusan terdampak asap," pungkasnya.
Sementara di Aceh Barat, BPBD juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat dan sejumlah sekolah di wilayah terdampak untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan.
Dampak karhutla dilaporkan merusak vegetasi tanaman dan menimbulkan asap yang cukup mengganggu pernapasan. Akibat kondisi tersebut, satu sekolah, yakni SD Suak Raya, terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar.(sb/is)
Bupati Imbau Shalat Istisqa Serentak
Kebakaran lahan yang terus meluas di sejumlah kecamatan di Aceh Barat mendorong Pemkab Aceh Barat mengambil langkah penanganan darurat. Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, menginstruksikan pelaksanaan shalat istisqa atau shalat minta hujan secara serentak di seluruh kecamatan dan dayah pesantren pada Rabu (28/1/2026) besok.
Pelaksanaan shalat istisqa tersebut akan dibimbing oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat. Menjelang pelaksanaan kegiatan, pemerintah daerah telah menggelar rapat teknis pada Senin (26/1/2026) untuk memastikan koordinasi dan kesiapan di seluruh wilayah.
Selain menginstruksikan salat istisqa, Bupati Tarmizi juga menyampaikan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Ia menegaskan, setiap pelanggaran yang terbukti akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Jangan sampai ada yang melakukan pembakaran lahan. Jika ditemukan dan terbukti, akan diproses secara hukum," kata Bupati Tarmizi kepada Serambi, Senin (26/1/2026).
Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca di Aceh Barat saat ini masih berada dalam musim kemarau. Berdasarkan pemantauan, belum terdapat awan konvektif yang berpotensi hujan di wilayah Aceh Barat, sehingga upaya modifikasi cuaca belum dapat dilakukan.
Dalam situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih karena belum terdapat indikasi potensi hujan dalam waktu dekat. Pemerintah daerah menilai langkah penghematan air penting untuk mengantisipasi kondisi cuaca kering yang berkepanjangan.(sb)
Berita Aceh Barat
Berita Aceh Selatan
kebakaran lahan dipadamkan
waspada kebakaran lahan
kasus kebakaran lahan
asap karhutla
Karhutla di Bakongan Semakin Meluas
Kasus Karhutla
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| UTU Sembelih 8 Hewan Kurban, Daging Dibagikan kepada Warga dan Civitas Akademika |
|
|---|
| Personel BPBD Aceh Barat Siaga di 8 Pantai Wisata, Antisipasi Risiko Pengunjung Tenggelam |
|
|---|
| Suhu Udara di Meulaboh Capai 32 Derajat Celcius, Siang hingga Malam Berawan |
|
|---|
| IKASA Aceh Barat Salurkan 8 Hewan Kurban ke Gampong-Gampong di Kecamatan Samatiga |
|
|---|
| Kak Na Rayakan Idul Adha 1447 H di Pedalaman Aceh Barat, Gelar Open House di Pante Ceureumen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kebakaran-Lahan-Masih-Membara.jpg)