Berita Aceh Tamiang
Mahasiswa KKN Kemanusiaan Lintas Universitas Semangat Anak-Anak Pascabanjir di Aceh Tamiang
selain perlombaan bertema Islami seperti hafalan surat pendek dan adzan, tim KKN Kemanusiaan juga menyusun berbagai agenda pendukung lainnya.
Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
selain perlombaan bertema Islami seperti hafalan surat pendek dan adzan, tim KKN Kemanusiaan juga menyusun berbagai agenda pendukung lainnya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG – Semangat kepedulian ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam program KKN Kemanusiaan Kolaborasi dari delegasi Universitas Samudra (Unsam), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Agent of change (agen perubahan) ini sukses menyelenggarakan serangkaian perlombaan Islami dalam rangka menyambut peringatan Isra Miraj, di Desa Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni perayaan hari besar Islam, melainkan sebuah misi trauma healing bagi masyarakat setempat, khususnya anak-anak, yang baru saja terdampak bencana banjir.
Acara ini berlangsung di Meunasah Desa Sampaimah, acara ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh puluhan anak-anak yang rindu akan hiburan edukatif.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kemanusiaan, M. Nadhif Abiyyu, menyampaikan, selain perlombaan bertema Islami seperti hafalan surat pendek dan adzan, tim KKN Kemanusiaan juga menyusun berbagai agenda pendukung lainnya.
Untuk sesi edukasi kreatif, mahasiswa KKN memberikan materi pembelajaran dengan metode bermain agar anak-anak kembali bersemangat belajar meski dalam kondisi pemulihan pasca bencana.
Kemudian, penyaluran dukungan moral dan materi, di antaranya penyerahan bantuan simbolis sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kebutuhan mendesak warga desa.
Kegiatan di Desa Sampaimah ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian yang direncanakan berlangsung hingga awal bulan depan.
"Dengan rencana perluasan jangkauan program ke desa-desa tetangga yang juga terdampak banjir di wilayah Manyak Payed," sebutnya.
Nadhif menambahkan, kehadiran mahasiswa memiliki misi yang lebih dalam dari sekadar memenuhi kewajiban kurikulum kampus.
"Kehadiran kami di sini bukan sekadar menjalankan program kerja kampus, tapi sebagai bentuk nyata kepedulian antarsesama," ujarnya.
"Kami ingin adik-adik di Kampung Sampaimah merasa didukung dan memiliki semangat tinggi untuk tetap menimba ilmu di kondisi yang kacau pasca bencana," sebutnya.
Melalui kolaborasi lintas universitas ini, pihaknya mengharapkan sinergi mahasiswa dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pemulihan psikologis warga.
Para mahasiswa berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga masa tanggap darurat dan pemulihan awal benar-benar stabil.
"Kami membawa pesan bahwa mereka (korban bencana) tidak sendirian dalam menghadapi ujian bencana ini," pungkasnya. (*)
| Bangkit Pascabanjir, Penjahit Pakaian di Aceh Tamiang “Akali” Mesin Rusak |
|
|---|
| Kupak-kapik Pascabanjir, Perumda Tirta Tamiang Menunggak Listrik Rp1,8 M, Gaji Karyawan Tersendat |
|
|---|
| Stok Tawas PDAM Tirta Tamiang Tersisa untuk 15 Hari |
|
|---|
| Diisukan Hancur Dihantam Hujan Angin, Jembatan Gantung Lubuksidup Dipastikan Aman Dilintasi |
|
|---|
| Penyebar Surat Mutasi Bodong di Aceh Tamiang Memakai Nama Farid Hersan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-kkn-3101.jpg)