Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Stok Tawas PDAM Tirta Tamiang Tersisa untuk 15 Hari

“Instalasi jaringan kami kupak-kapik, butuh anggaran besar untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
TAWAS – Direktur Perumda Tirta Tamiang, Juanda (kanan) menerima bantuan 20 tawas dari perwakilan FKL,, El Mahdi Angkat. Bantuan ini memperpanjang napas Perumda menyalurkan air bersih untuk 15 hari ke depan. 

Ringkasan Berita:
  • Distribusi air bersih Perumda Tirta Tamiang terancam tidak maksimal karena stok tawas hanya cukup untuk 15 hari ke depan. 
  • Direktur Juanda menyampaikan hal ini setelah menerima bantuan 20 ton tawas dari Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) pada Sabtu, 16 Mei 2026.
  • Peran tawas: sangat penting untuk menghilangkan bau, warna, dan kekeruhan air, terutama pascabanjir.
  • Juanda menegaskan kondisi instalasi jaringan Perumda Tirta Tamiang rusak parah akibat banjir.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Distribusi air bersih Perumda Tirta Tamiang terancam tidak maksimal setelah stok tawas hanya bertahan untuk 15 hari ke depan.

Hal ini disampaikan Direktur Perumda Tirta Tamiang, Juanda usai menerima bantuan 20 ton tawas dari Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI).

“Bantuan ini sangat berharga, ini memperpanjang napas kami dalam menyalurkan air bersih untuk masyarakat,” kata Juanda Ketika dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Diceritakannya stok tawas di gudang Perumda Tirta Tamiang sebelum menerima bantuan sudah sangat kritis. 

Kebutuhan tawas sangat penting untuk membantu proses menghilangkan bau, warna dan kekeruhan air. 

Bantuan 20  ton ini menjamin proses distribusi bisa aman dalam 15 hari ke depan.

“Pascabanjir bandang air sungai sangat keruh, lumpur masih sangat banyak, ini membutuhkan proses kerja keras untuk menghasilkan air yang layak pakai,” ungkapnya.

Juanda tidak ragu mengajak lembaga atau pihak swasta menyalurkan bantuan demi meningkatkan mutu air penyaluran air bersih. 

Secara terbuka dia menyampaikan kondisi Perumda Tirta Tamiang sangat kupak-kapik dihantam banjir bandang.

“Instalasi jaringan kami kupak-kapik, butuh anggaran besar untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Baca juga: WTP Seulimuem Ditargetkan Layani 4 Ribu Pelanggan, Banleg DPRK & PDAM Tirta Mountala Tinjau Lokasi

Kebijakan Gratis Tagihan Iuran Air Bagi Pelanggan

Di sisi lain Pemkab Aceh Tamiang memahami kondisi perekonomian sulit masyarakat pascabanjir, sehingga mengeluarkan kebijakan menggratiskan tagihan iuran air bagi pelanggan air bersih Perumda Tirta Tamiang.

Kebijaan ini tertuang melalui Keputusan Bupati Aceh Tamiang Nomor : 100.3.3.2/309/2026 tentang Penetapan Pembayaran Rekening Air Minum Pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Tamiang dalam Masa Pemulihan pascabencana Hidrometeorologi Tahun 2026.

Kebijakan keringanan bagi pelanggan ini berlaku sejak 1 Januari sampai dengan 31 Mei 2026 yang terbagi dalam dua fase.

“Ada dua fase kebijakan keringanan, fase pertama untuk periode Januari sampai Februari, fase kedua di Maret sampai Mei 2026,” kata Juanda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved