Senin, 1 Juni 2026

Pemilihan Rektor USK

Profil Prof Mirza Tabrani, Rektor USK Terpilih Periode 2026-2031

Semua proses tahapan pemilihan Rektor USK, termasuk pengesahan dan pelantikan dijadwalkan tuntas sebelum 8 Maret 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
REKTOR USK - Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) terpilih periode 2026-2031. 
Ringkasan Berita:
  • Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031, dalam Rapat Pleno Tertutup Majelis Wali Amanat (MWA) di Balai Senat kampus setempat, Darussalam, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).
  • Prof Mirza terpilih usai mengantongi 13 suara, disusul Prof Dr Ir Agussabti MSi dengan 5 suara, dan Prof Dr Ir Marwan 1 suara.
  • Rencananya, pelantikan bakal berlangsung pada 6 Maret mendatang.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Prof Dr Mirza Tabrani SE MBA DBA terpilih sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031, dalam Rapat Pleno Tertutup Majelis Wali Amanat (MWA) di Balai Senat kampus setempat, Darussalam, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Prof Mirza terpilih usai mengantongi 13 suara, disusul Prof Dr Ir Agussabti MSi dengan 5 suara, dan Prof Dr Ir Marwan 1 suara.

Total 19 suara dengan jumlah pemberi hak suara 13 orang, namun Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) memiliki 7 hak suara (bobot 35 persen).

“Terpilih Prof Mirza dengan 13 suara," kata Ketua MWA, Safrizal ZA didampingi Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK, Prof Dr Rusli Yusuf MPd, serta Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Dr Muhammad Hasan Chabibie ST MSi mewakili Mendikti Saintek.

Ucapan selamat dari Rektor dan Sivitas Akademika Universitas Teuku Umar
Ucapan selamat dari Rektor dan Sivitas Akademika Universitas Teuku Umar

Rencananya, pelantikan bakal berlangsung pada 6 Maret mendatang.

Semua proses tahapan pemilihan Rektor USK, termasuk pengesahan dan pelantikan dijadwalkan tuntas sebelum 8 Maret 2026.

Baca juga: BREAKING NEWS - Prof Mirza Tabrani Terpilih sebagai Rektor USK Periode 2026–2031

Profil Prof Mirza

Prof Mirza merupakan guru besar kelahiran Banda Aceh, 26 September 1967.

Ia menamatkan S1 Manajemen Unsyiah (1991). 

S2 Master of Business Administration Universiti Kebangsaan Malaysia (1995). Dan, S3 Doctor of Business Administration Universiti Kebangsaan Malaysia (2007).

Riwayat jabatan, ia pernah menjadi Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi USK Periode 2007-2009.

Kemudian Pembantu Dekan 1 Fakultas Ekonomi USK Periode 2009-2013.

Selanjutnya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi USK Periode 2013-2017, serta menjabat Komisaris Independen PT Bank Aceh Syariah periode 2020-2023.

Ia resmi mendaftarkan diri dalam bursa calon Rektor USK untuk periode 2026-2031, ditemani Prof Dr Raja Masbar, Prof Dr Muhammad Zaki, Prof Dr Yulidin Away dan beberapa kolega lainnya melakukan pendaftaran pada, Jumat (17/10/2025) lalu.

Saat mendaftar secara resmi sebagai calon Rektor USK, Prof Mirza membawa tujuh poin utama dalam pencalonannya.

Salah satunya membangun Good University Governance (GUG) sebagai pondasi USK.

Di atas pondasi itu, ia juga akan membangun smart humanocracy governance dan Integrity.

Menurutnya, hal tersebut adalah cara modern untuk mengimplementasi GUG.

Dikatakan, cara tersebut menghadirkan model kepemimpinan berbasis penghormatan pada manusia sebagai subjek ,yang berhak berkembang di samping harus bekerja dan mengabdi. 

“Saya mau, siapapun di USK nantinya akan mendapat kesempatan yang adil untuk berkembang. Jadi, birokrasi kaku kita tinggalkan,” ucap Prof Mirza.

Baca juga: Sosok Prof Mirza Tabrani, Rektor USK Terpilih 2026–2031: Anak Pertama yang Ditempa Disiplin Keras

Hal ini, lanjutnya, tentu saja harus didukung oleh smart governance (tata kelola cerdas) yang menjamin percepatan layanan, mengurangi birokrasi (apalagi yang kaku) dan juga mencegah praktik korupsi.

“Dua itu akan mendukung aspek integritas. Kiban haba meunan but. Konsisten, agar kompeten,” ujar Prof Mirza.

Menurutnya, dengan dukungan iklim USK, dirinya juga bertekad akan menghadirkan USK Holding Company sebagai langkah memperkuat kemandirian finansial USK.

Hal itu dilakukan, lantaran USK memiliki aset dan sumber daya manusia yang handal.

 “Jadi apa yang sudah pernah dibuka jalan oleh Rektor sebelum-sebelumnya, harus dilanjutkan sampai nyata agar segera membantu USK dan juga Aceh,” jelasnya.

Nantinya, USK Holding ini akan mengelola aset produktif universitas, secara profesional.

Seperti rumah sakit dengan layanan premium yang ikut membantu overloadnya RSUZA. Hal itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat umum terpenuhi.

Selain daripada itu, Prof Mirza juga akan mengembangkan pusat pelatihan dan peningkatan pusat riset terpadu serta mengoptimalisasikan laboratorium terakreditasi sehingga dapat dikomersialisasikan.

“Ini bukan hanya untuk membantu USK mandiri berdasarkan potensi yang dimiliki, tapi juga menjawab kebutuhan Aceh. USK wajib membantu terobosan Gubernur Aceh saat ini dan siapapun kedepannya, jangan sekedar menjadi menara gading,” tegasnya.

Di balik semua itu, ia berkeinginan agar USK menjadi lembaga yang makin mandiri secara keuangan, semakin unggul secara akademik, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Prof. Mirza Tabrani jelas bukan sosok baru. Selain sudah berkarier di kampus, ia juga memiliki kompetensi di sektor keuangan dan manajemen risiko sebagai mantan komisaris independen Bank Aceh Syariah. 

Prof Mirza juga mengantongi sejumlah sertifikasi profesional, seperti Certified Financial Risk Management (CFRM), Certified Islamic Finance Analyst (CIFA), Certified Human Resource Analyst (CHRA), Certified International Marketing Analyst (CIMA) dan Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan (Tingkat 6). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved