Berita Abdya
SPBU di Abdya Kembali Terapkan Scan Barcode Untuk Pengisian BBM
"Sekarang jaringan sudah normal, sehingga pengisian BBM subsidi kembali diwajibkan menggunakan barcode. Namun, informasi yang kami peroleh untuk...
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Pengisian BBM subsidi (Pertalite & Solar) di SPBU Abdya kembali wajib menggunakan barcode sejak Jumat, 23 Januari 2026.
- Sebelumnya, kewajiban barcode sempat dihentikan sejak November 2025 akibat bencana banjir bandang dan longsor mengganggu jaringan Telkom.
- Barcode diterapkan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
- Sistem ini terhubung langsung dengan jaringan Telkom, sehingga jika jaringan terganggu, pengisian BBM otomatis terkunci meski stok tersedia.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menggunakan barcode.
Pengguna barcode ini mulai berlaku sejak Jumat (23/1/2026) lalu.
Sebelumnya, pemerintah memberhentikan sementara kewajiban scan barcode sejak akhir November 2025, disebabkan sejumlah wilayah di Aceh dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Pengawas SPBU Keude Paya, Blangpidie, Agung Gunawan mengatakan pihaknya telah memberlakukan kembali pengisian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan barcode bagi seluruh konsumen.
Kebijakan ini, sebutnya, merupakan ketentuan pemerintah yang berlaku di seluruh SPBU di Aceh.
"Pada saat bencana, jaringan Telkom bermasalah dan mengalami gangguan. Karena sistem barcode ini terhubung langsung dengan jaringan tersebut, sehingga proses pengisian BBM menjadi terhambat dan tidak terbaca di sistem," kata Agung kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Agung menjelaskan, waktu kebutuhan BBM masyarakat meningkat, sementara jaringan belum stabil.
Sehingga, untuk memperlancar distribusi logistik dan bantuan bagi korban bencana, pengisian BBM subsidi akhirnya dilakukan secara manual.
"Sekarang jaringan sudah normal, sehingga pengisian BBM subsidi kembali diwajibkan menggunakan barcode. Namun, informasi yang kami peroleh untuk wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih diberlakukan secara manual karena kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih,” terangnya.
Agung menegaskan, apabila jaringan Telkom kembali mengalami gangguan, maka pengisian BBM tidak dapat dilakukan meskipun stok BBM tersedia di SPBU.
Hal tersebut disebabkan sistem otomatis akan terkunci, apabila proses pemindaian barcode tidak berhasil.
Menurutnya, penerapan kembali barcode bertujuan untuk menjalankan kebijakan pemerintah dalam pemerataan distribusi BBM subsidi.
Dengan sistem ini, penyaluran kuota BBM dapat dikontrol agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
"Barcode BBM subsidi diberlakukan untuk pertalite dan solar. Setiap kendaraan memiliki batas kuota yang berbeda,” ujarnya.
Baca juga: Aceh Kembali Wajibkan Barcode Untuk Beli Pertalite dan Solar Subsidi
Pembatasan Kuota BBM
Barcode Parkir
Barcode BBM Bersubsidi
Aceh Kembali Wajibkan Barcode
Sistem Barcode BBM di Aceh
SPBU
Serambinews.com
Serambinews
| Jalan Santai HUT Ke-24 Abdya Berhadiah 2 Unit Sepmor, Panitia Siapkan 25.000 Kupon |
|
|---|
| Baitul Mal Abdya Tinjau Rumah Janda Miskin, Masuk Prioritas Pembangunan Rumah Layak Huni |
|
|---|
| HRD Minta Kader PKB Abdya Jangan Tinggalkan Ulama: Kita Dilahirkan dari Rahim Dayah dan Santri |
|
|---|
| Bupati Abdya Safaruddin Titipkan Sejumlah Agenda Pembangunan Kepada HRD |
|
|---|
| HRD Buka Muscab PKB Abdya, Zulkarnaini: Kita Ingin Hadir Secara Maksimal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BARCODE-BBM-SPBU-Keude-Paya-Kecamatan-Blangpidie-Abdya.jpg)