Minggu, 26 April 2026

Berita Abdya

SPBU di Abdya Kembali Terapkan Scan Barcode Untuk Pengisian BBM

"Sekarang jaringan sudah normal, sehingga pengisian BBM subsidi kembali diwajibkan menggunakan barcode. Namun, informasi yang kami peroleh untuk...

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Masrian Mizani
BARCODE BBM - SPBU Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). 
Ringkasan Berita:
  • Pengisian BBM subsidi (Pertalite & Solar) di SPBU Abdya kembali wajib menggunakan barcode sejak Jumat, 23 Januari 2026.
  • Sebelumnya, kewajiban barcode sempat dihentikan sejak November 2025 akibat bencana banjir bandang dan longsor mengganggu jaringan Telkom.
  • Barcode diterapkan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.
  • Sistem ini terhubung langsung dengan jaringan Telkom, sehingga jika jaringan terganggu, pengisian BBM otomatis terkunci meski stok tersedia.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menggunakan barcode. 

Pengguna barcode ini mulai berlaku sejak Jumat (23/1/2026) lalu.

Sebelumnya, pemerintah memberhentikan sementara kewajiban scan barcode sejak akhir November 2025, disebabkan sejumlah wilayah di Aceh dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Pengawas SPBU Keude Paya, Blangpidie, Agung Gunawan mengatakan pihaknya telah memberlakukan kembali pengisian BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan barcode bagi seluruh konsumen. 

Kebijakan ini, sebutnya, merupakan ketentuan pemerintah yang berlaku di seluruh SPBU di Aceh. 

"Pada saat bencana, jaringan Telkom bermasalah dan mengalami gangguan. Karena sistem barcode ini terhubung langsung dengan jaringan tersebut, sehingga proses pengisian BBM menjadi terhambat dan tidak terbaca di sistem," kata Agung kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Agung menjelaskan, waktu kebutuhan BBM masyarakat meningkat, sementara jaringan belum stabil. 

Sehingga, untuk memperlancar distribusi logistik dan bantuan bagi korban bencana, pengisian BBM subsidi akhirnya dilakukan secara manual. 

"Sekarang jaringan sudah normal, sehingga pengisian BBM subsidi kembali diwajibkan menggunakan barcode. Namun, informasi yang kami peroleh untuk wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah masih diberlakukan secara manual karena kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih,” terangnya.

Agung menegaskan, apabila jaringan Telkom kembali mengalami gangguan, maka pengisian BBM tidak dapat dilakukan meskipun stok BBM tersedia di SPBU

Hal tersebut disebabkan sistem otomatis akan terkunci, apabila proses pemindaian barcode tidak berhasil.

Menurutnya, penerapan kembali barcode bertujuan untuk menjalankan kebijakan pemerintah dalam pemerataan distribusi BBM subsidi. 

Dengan sistem ini, penyaluran kuota BBM dapat dikontrol agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

"Barcode BBM subsidi diberlakukan untuk pertalite dan solar. Setiap kendaraan memiliki batas kuota yang berbeda,” ujarnya.

Baca juga: Aceh Kembali Wajibkan Barcode Untuk Beli Pertalite dan Solar Subsidi

Pembatasan Kuota BBM

Agung merincikan, pembatasan jatah harian tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

Untuk BBM jenis solar, kendaraan roda enam atau lebih dibatasi maksimal 200 liter per hari. 

Sementara kendaraan roda empat plat hitam dibatasi maksimal 60 liter, dan plat kuning 80 liter per hari. 

Adapun untuk BBM pertalite, meskipun belum ada pembatasan ketat per jenis kendaraan, sistem membatasi pengisian maksimal 120 liter per hari. 

Namun demikian, sebut Agung, sistem hanya mengizinkan pengisian BBM maksimal tiga kali dalam satu hari. 

Meski kuota masih tersedia, pengisian berulang kali tetap akan terbaca sistem dan berpotensi dianggap sebagai aktivitas pengalihan atau pelansiran BBM.

"Sistem akan membaca frekuensi pengisian. Dalam sehari maksimal tiga kali. Jika lebih dari itu, sistem otomatis menolak meski kuota literan masih tersedia," ucap Agung.

Pihaknya menyarankan konsumen untuk melakukan pengisian secara penuh (full tank) dalam sekali transaksi. 

Hal ini guna menghindari kecurigaan sistem terhadap aktivitas pelansiran minyak.

"Kami menyarankan konsumen untuk mengisi BBM secara penuh atau full tangki. Jika pengisian dilakukan secara berulang kali dalam sehari, meskipun secara aturan dibolehkan, sistem akan mendeteksi dan menganggap adanya indikasi pelansir," ucapnya.

Menurutnya, seluruh (tiga) SPBU di Abdya telah menerapkan kembali pengisian BBM subsidi menggunakan barcode. 

Ketentuan kuota dan batas pengisian tersebut berlaku seragam karena merupakan kebijakan nasional yang diterapkan di seluruh SPBU di Indonesia. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved