Berita Banda Aceh
2025, Produksi Beras di Aceh Turun 25 Ribu Ton Lebih
Ia menuturkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras sepanjang Januari
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Produksi komoditas beras konsumsi di Tanah Rencong pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 25 ribu ton lebih dibandingkan tahun sebelumnya.
- "Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar 294,61 ribu ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada bulan Juli, yaitu sekitar 12,08 ribu ton GKG.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat produksi komoditas beras konsumsi di Tanah Rencong pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 25 ribu ton lebih dibandingkan tahun sebelumnya.
Plh Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamuddin menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 283,18 ribu hektare, atau mengalami penurunan sebesar 18,01 ribu hektare (5,98 persen) dibandingkan 2024.
Adapun puncak panen padi pada 2025 masih sama seperti 2024 yakni terjadi pada Bulan Maret. Sementara produksi padi di Aceh sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 1,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau mengalami penurunan sebesar 2,7 persen dibandingkan 2024 sebesar 1,66 juta ton GKG.
"Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret yaitu sebesar 294,61 ribu ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada bulan Juli, yaitu sekitar 12,08 ribu ton GKG," kata Tasdik, Senin (2/2/2026).
Ia menuturkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras sepanjang Januari hingga Desember 2025 setara dengan 930,49 ribu ton beras, atau mengalami penurunan sebesar 25,79 ribu ton dibandingkan 2024.
"Produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 169,72 ribu
ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan Juli, yaitu sebesar 6,96 ribu ton," jelasnya.
Tasdik menambahkan, jumlah produksi padi di Aceh diperoleh dengan metode yang
mengintegrasikan dua sistem pengumpulan data, yaitu survei kerangka sampel area (KSA) padi yang menghasilkan luas panen dan survei ubinan yang menghasilkan angka produktivitas.
"Perkalian antara luas panen dan produktivitas menghasilkan angka produksi padi. Kemudian melalui konversi gabah, dihasilkan indikator turunannya berupa produksi beras," ungkapnya.
| Perkuat Barisan Pemasyarakatan, Kakanwil Ditjenpas Aceh Lantik 33 Pejabat Manajerial Baru |
|
|---|
| Ini Rekomendasi Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh, Pungutan Khusus ke Perusahaan Rusak Lingkungan |
|
|---|
| Komunitas Ruang Lingkup Soroti Tekanan Ekonomi di Balik Fenomena Anak Mengemis |
|
|---|
| Mendagri Tito Serahkan Mobil Operasional untuk Masjid Raya Baiturrahman Aceh |
|
|---|
| Gagal Curi 3 Poin di Aceh, Andik: Suporter Persiraja Sangat Luar Biasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seorang-pekerja-sedang-mengangkut-beras.jpg)