Langsa
Pengunjung RS Cut Meutia Langsa Dapat Edukasi Seputar Penyakit TBC, Begini Cara Antisipasinya
Kegiatan tersebut adalah wujud komitmen pihak rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pentingnya..
Penulis: Zubir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- RSU Cut Meutia Langsa gelar edukasi kesehatan tentang Tuberkulosis (TBC) kepada pasien dan pengunjung.
- TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
- Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan TBC.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia Langsa melalui PT Cut Meutia Medika Nusantara (CMN), menggelar edukasi kesehatan langsung kepada pasien dan pengunjung, di Poliklinik Rawat Jalan RSCM, Senin (2/2/2026).
Kegiatan tersebut adalah wujud komitmen pihak rumah sakit untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit menular.
Edukasi kesehatan mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC) disampaikan oleh dr. Ghaskhan Shah Ghanar, diawali pengertian TBC, gejala yang menyertainya, penyebab, cara penularan.
Termasuk langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan pencegahan penyakit TBC yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis," jelas dr. Ghaskan.
Ditambahkannya, penyakit TBC ini bukan penyakit keturunan dan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.
Sementara secara medis TBC terbagi menjadi dua jenis, yaitu pertama TBC paru yang menyerang organ paru-paru.
Lalu kedua, TBC ekstra paru yakni infeksi yang terjadi di luar paru-paru seperti kelenjar getah bening, tulang, dan organ tubuh lainnya.
Penularan TBC bisa terjadi melalui udara, bakteri TBC menyebar lewat percikan droplet yang keluar saat penderita berbicara, batuk, atau bersin.
"Saat berbicara, seorang pasien TBC dapat menyebarkan sekitar 210 bakteri. Ketika batuk, jumlah bakteri yang tersebar dapat mencapai 3.500," jelasnya.
Sementara bersin, sambung dr. Ghaskhan, berpotensi melepaskan 4.500 hingga satu juta bakteri ke udara.
Kondisi ini membuat penyakit TBC sangat mudah menular, terutama di lingkungan tertutup dan daerah yang padat kerumunan warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Edukasi-cara-pencegahan-dan-penanganan-TBC-di-RSUCM-Kota-Langsa.jpg)