Berita Aceh Besar
Aceh Besar Masuki Musim Kemarau, BPBD Imbau Warga Waspada Karhutla
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan ilalang dengan luas terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Aceh Besar saat ini telah memasuki musim kemarau.
- Seiring dengan kondisi cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan bahwa aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran perlu dihindari selama musim kemarau.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Kabupaten Aceh Besar saat ini telah memasuki musim kemarau.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh, curah hujan dengan intensitas sedang di wilayah tersebut diperkirakan akan berakhir pada Februari 2026.
Seiring dengan kondisi cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan bahwa aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran perlu dihindari selama musim kemarau.
“Kami berharap masyarakat memahami kondisi cuaca saat ini. Hindari membersihkan kebun dengan cara membakar, membakar sampah secara tidak terkontrol, serta membuang puntung rokok sembarangan, karena hal-hal tersebut kerap menjadi pemicu terjadinya karhutla,” ujar Ridwan, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: 90 Persen Karhutla di Aceh Barat Berhasil Ditangani, Sisakan Asap di Lokasi
Ridwan menjelaskan, kondisi rumput ilalang yang mengering akibat cuaca terik, ditambah dengan angin kencang, membuat api sangat mudah menjalar, terutama di sepanjang bahu jalan dan area terbuka lainnya.
Ia mencontohkan peristiwa karhutla yang terjadi pada Selasa (3/2/2026) di wilayah Kecamatan Leupung, tepatnya di Desa Dayah Mamplam.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan ilalang dengan luas terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
“Peristiwa karhutla ini terjadi di lahan ilalang dengan luas terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare,” jelasnya.
Baca juga: Pasca Karhutla, Personel Gabungan, BPBD dan BKSDA Turun ke Aceh Selatan Pastikan Bebas Titik Api
Saat kejadian, rombongan personel BPBD Aceh Besar tengah melintasi lokasi dalam perjalanan menuju Kecamatan Lhoong untuk menghadiri takziah atas meninggalnya salah satu orang tua personel pemadam kebakaran.
Melihat adanya kebakaran, petugas langsung melakukan upaya pemadaman di lokasi, didampingi oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar.
Ridwan menambahkan, BPBD Aceh Besar bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus melakukan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat agar selalu waspada dan turut menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya karhutla.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla demi menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan di Aceh Besar,” pungkasnya.
| Enam Ruko di Lhoong Aceh Besar Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebab |
|
|---|
| Pemilik Usaha di Aceh Besar Diminta Tidak Panjangkan Kanopi dan Tambah Bangunan ke Arah Jalan |
|
|---|
| DLHK Aceh Besar Dorong Fasyankes Tertib Kelola Limbah B3 |
|
|---|
| RSUD Aceh Besar Bantah Isu Kekosongan Obat Hingga 5 Bulan |
|
|---|
| Diduga Gas Bocor, 7 Toko di Lhoong-Aceh Besar Terbakar, Satu Warga Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petugas-BPBD-Aceh-Besar-melakukan-pemadaman-lahan-yang-terbakar-di-Desa-Dayah-Mamplam.jpg)