Minggu, 10 Mei 2026

Berita Banda Aceh

BPS : Penduduk Miskin di Aceh Berkurang 1.364 Orang per September 2025

Jika dilihat berdasarkan daerah, penduduk miskin di perkotaan menurun 0,39 poin, dari 8,54 persen pada Maret 2025 menjadi 8,15 persen

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Rianza Alfandi
RUMAH PANGGUNG – Dua orang anak sedang duduk di depan rumah panggung kayu beratap daun rumbia yang mulai keropos. Gambar ini direkam di Gampong Siron Blang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, pada Oktober 2025 lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh menurun sebanyak 1.364 orang pada September 2025.
  • Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa sejak September 2022, persentase penduduk miskin di Aceh cenderung menurun meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
  • Jika dilihat berdasarkan daerah, penduduk miskin di perkotaan menurun 0,39 poin, dari 8,54 persen pada Maret 2025 menjadi 8,15 persen pada September 2025.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh menurun sebanyak 1.364 orang pada September 2025.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa sejak September 2022, persentase penduduk miskin di Aceh cenderung menurun meskipun sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Persentase penduduk miskin pada September 2025 turun 0,11 poin dibandingkan Maret 2025, menjadi 12,22 persen. Angka ini setara dengan sekitar 703 ribu orang, berkurang 1.364 orang dibandingkan kondisi Maret 2025,” ujar Agus, Kamis (5/2/2026).

Jika dilihat berdasarkan daerah, penduduk miskin di perkotaan menurun 0,39 poin, dari 8,54 persen pada Maret 2025 menjadi 8,15 persen pada September 2025.

 Sementara itu, di perdesaan terjadi kenaikan 0,07 poin, dari 14,44 persen menjadi 14,51 persen.

Berdasarkan jumlah, penduduk miskin di perkotaan berkurang sekitar 5,4 ribu orang, menjadi 168,77 ribu orang, sedangkan di perdesaan justru meningkat sekitar 4 ribu orang, menjadi 534,56 ribu orang.

Baca juga: Kepala BPS RI Tinjau Pendataan Pascabencana di Aceh Tamiang, Libatkan Mahasiswa

Agus menjelaskan bahwa besar kecilnya jumlah penduduk miskin dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan (GK), karena penduduk miskin didefinisikan sebagai mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Berdasarkan data BPS, Garis Kemiskinan pada September 2025 naik 5,75 persen dibanding Maret 2025, dari Rp676.247 menjadi Rp715.103 per kapita per bulan.

Khusus perkotaan, GK naik 5,54 persen, dari Rp716.522 menjadi Rp756.201, sementara perdesaan naik 5,74 persen, dari Rp655.435 menjadi Rp693.085 per kapita per bulan.

“Perlu kami tegaskan kembali, penduduk miskin adalah mereka dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” pungkas Agus.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved