Selasa, 16 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Kesehatan Jamaah Haji Aceh Dipantau 14 Hari Setelah Pulang dari Tanah Suc

ia mengingatkan bahwa jamaah lanjut usia berpotensi mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan udara yang panjang.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/ RIANZA ALFANDI
JAMAAH HAJI AKAN DIPANTAU – Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan jamaah haji Aceh akan dipantau selama 14 hari setelah tiba dari Tanah Suci. Hal itu disampaikan dalam konfensi pers di Media Center Asrama Haji Aceh, Senin (15/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Aceh memantau kesehatan jemaah haji selama 14 hari pascakepulangan.
  • Langkah ini bertujuan mendeteksi dini penyakit menular seperti Covid-19 dan Hantavirus.
  • Pemantauan dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten hingga puskesmas.
  • Petugas kesehatan menyiapkan fasilitas rujukan di RSUDZA dan koordinasi dengan Labkesmas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Kesehatan Aceh akan melakukan pemantauan kesehatan terhadap jamaah haji selama 14 hari setelah mereka kembali dari Tanah Suci. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan antisipasi kemungkinan penyakit menular yang terbawa dari Arab Saudi.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, mengatakan pemantauan akan dilakukan oleh tim kesehatan di masing-masing kabupaten/kota dan diteruskan hingga ke tingkat puskesmas.

“Setelah kembalinya jamaah haji ke kabupaten/kota, masing-masing daerah sudah memiliki tim untuk mengawasi dan mengevaluasi kondisi kesehatan jamaah selama 14 hari ke depan,” kata Ferdiyus dalam konferensi pers di Media Center Asrama Haji Aceh, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pemantauan tersebut penting untuk memastikan kondisi kesehatan jamaah pascakepulangan dari Tanah Suci. Ia berharap tidak ada penyakit yang terbawa selama pelaksanaan ibadah haji.

“Semoga tidak ada penyakit yang terbawa dari Arab Saudi,” ujarnya.

Ferdiyus menjelaskan, evaluasi kesehatan selama dua pekan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya jamaah yang terpapar virus atau penyakit menular lainnya selama berada di Arab Saudi.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa jamaah lanjut usia berpotensi mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan udara yang panjang. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak selalu menandakan adanya penyakit.

Baca juga: Jamaah Haji Aceh Senang Berbelanja Pakai Rupiah

“Jika ada jamaah yang saat turun dari pesawat harus dirujuk ke rumah sakit, mudah-mudahan RSUDZA sudah menyediakan tempat seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak perlu menunggu lagi di IGD,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh, Ali Isha Wardana, mengatakan sejumlah penyakit menular menjadi perhatian petugas kesehatan saat proses kedatangan jamaah haji.

“Ada beberapa penyakit yang menjadi kewaspadaan kita. Saat ini masih ada Covid-19, selain itu juga Hantavirus dan penyakit menular lainnya,” ujar Ali.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena mekanisme penanganan terhadap penyakit-penyakit tersebut telah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Penanganannya pada dasarnya hampir sama karena semuanya merupakan penyakit menular. Indikator pertama yang diperiksa adalah suhu tubuh,” katanya.

Ali menjelaskan, petugas kesehatan telah dibekali pedoman penanganan jamaah haji yang menunjukkan gejala penyakit menular saat tiba di Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
-
Selasa, 16 Juni 2026 | 00:00 WIB
VS
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved