Jumat, 5 Juni 2026

Berita Abdya

Kumpulkan ASN, Bupati Abdya Safaruddin Tegaskan Tentang Pelayanan dan Kedisiplinan 

Bupati Abdya Safaruddin menegaskan pentingnya disiplin, kinerja, dan pelayanan optimal ASN serta non-ASN dalam apel gabungan.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
APEL GABUNGAN ASN - Bupati Abdya, Safaruddin mengecek langsung kehadiran ASN dan non-ASN pada apel gabungan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (9/2/2026). 

Ia juga mengingatkan bahwa 17 Februari ini merupakan momentum 1 tahun Pemerintahan Safaruddin-Zaman Akli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya.

"Kami menyadari bahwa banyak dinamika birokrasi yang sedang berlangsung dan sedang diikuti oleh seluruh ASN dan non-ASN," urai dia.

"Kami harapkan sebelum menyambut babak baru ini, peningkatan kedisiplinan dan kepatuhan, para ASN dan non-ASN, dan pejabat, untuk bisa lebih ditingkatkan," ucap Safaruddin.

Selain itu, sebutnya, ada keterlambatan dan upaya yang dipertimbangkan dan bukan hanya melalui proses di dalam internal Pemerintah Kabupaten Abdya, akan tetapi berlangsung di BKN.

Ada proses yang berlangsung dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang mengharuskan pemerintah kabupaten masih cukup bersabar untuk melakukan rotasi dan mutasi dari masing-masing pejabat eselon.

"Saya mengharapkan kepada seluruh kepala OPD serta sekretariat kekhususan maupun camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya untuk memaksimalkan sumber daya manusia yang kita miliki saat ini," pesannya.

Terkhusus bagi dunia pendidikan dan dunia kesehatan, ia meminta untuk meningkatkan mutu kualitas dari indeks pembangunan manusia (IPM).

"Kita berada jauh dari nilai rata-rata nasional, angka dari IPM yang kita punya hari ini ranking ketiga dari 23 kabupaten yang ada di provinsi Aceh," ucapnya.

Oleh karenanya, kata Safaruddin, perlu kolaborasi dan semangat bersama untuk menunjukkan bahwa Abdya punya kualitas sumber daya berdaya saing. 

"Daya saing itu dapat kita lakukan dengan nilai kedisiplinan, walaupun kita akui bahwa parameter atau indikator dari IPM itu sendiri tidak disandarkan pada Pendidikan dan Kesehatan," ucapnya.

Ia menyebutkan, indikator lain bahwa pembangunan manusia juga diikuti dengan tingkat ekonomi, tingkat kemampuan, dan pertumbuhan ekonomi keluarga. 

"Maka kepada seluruh OPD mulai tahun ini, uang APBD, penyelenggaraan tata kelola pemerintah di sisi anggaran harus berputar di lingkungan Kabupaten Abdya, agar pertumbuhan ekonomi bisa bangkit, dan pertumbuhan nilai IPM yang kita kejar selaras dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang kita rencanakan," pungkasnya.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved