Pidie Jaya
Massa Geruduk Kantor Bupati Pidie Jaya Pascabanjir, Begini Sikap Nyak Syi
Massa dari Pidie Jaya menggeruduk kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya, Senin (9/2/2026). Aksi massa itu mendapat pengawalan dari personel..
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Massa di Pidie Jaya protes penanganan pascabanjir, tuntut penggunaan dana BTT dipublikasikan.
- Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya menemui pendemo, janji akan tindaklanjuti aspirasi.
- "Percepatan pemulihan sangat penting jelang Ramadhan," kata Bupati.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Massa dari Pidie Jaya menggeruduk kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya, Senin (9/2/2026).
Aksi massa itu mendapat pengawalan dari personel Polres Pidie Jaya, yang datang menggunakan mobil pikap dan roda dua.
Massa juga mengusung spaduk bertulisan 'Pemkab Tidak Paham Manajemen Bencana'.
Selain itu, kertas karton bertulisan kritik ikut dibawa pendemo dalam aksi damai tersebut.
Massa yang bertahan di jalan, terus melakukan orasi silih berganti. Pendemo menyoroti penanganan pascabanjir bandang yang masih meninggalkan luka mendalam bagi korban banjir.
Saat orasi berlangsung, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi atau Nyak Syi dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menjumpai pendemo.
Namun, saat tanya jawab antara Wakil Bupati Pidie Jaya dengan koordinator aksi sempat memanas.
Bupati Pidie Jaya menyejukkan suasana. Tak hanya itu, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, dengan cepat mengambil microphone dari tangan Wakil Bupati Pidie Jaya.
" Kalau sudah begini suasananya, telah berubah menjadi debat kusir. Sebenarnya apa yang mau disampaikan pendemo. Sampaikan dahulu keinginan pendemo," kata Kapolres Pidie Jaya yang turun langsung mengawal aksi pendemo di Pidie Jaya.
Baca juga: TNI AD Pacu Pemulihan Pidie Jaya, Kini Bangun Jembatan Gantung Garuda Lhok Sandeng
Sementara Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Pidie Jaya, Dedy Saputra, akhirnya menyampaikan tuntutan.
Antara lain, saat ini pascabanjir yang telah berjalam 74 hari yang mempora-porandakan Pidie Jaya, tapi masyarakat masih bergelut dengan material banjir bandang.
Selain itu, pendemo menyorot penggunaan dana Balanja Tidak Terduga atau BTT tahun 2025 tidak dipublis. Pendemo menuntut seharusnya penggunaan BTT itu dipublikasikan sehingga masyarkat mengetahuinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Pijay-menemui-pendepo-yang-melakukan-unjuk-rasa.jpg)