Kamis, 30 April 2026

Pemulihan Aceh

Sebelum Turun Lapangan, Mahasiswa STIK Ikut Orientasi Penanganan Bencana

Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS diterjunkan ke wilayah hukum Polda Aceh dan ditempatkan di

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
IKUT ORIENTASI - Sebanyak 22 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian.(STIK) angkatan ke 83 Yon WPS yang ditempatkan di 12 Polres, Polres.Bireuen, sebelum turun lapangan, Selasa (10/2/2026) mengikuti rangkaian kegiatan orientasi dan pemetaan penanganan bencana di Kabupaten Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 Yon WPS diterjunkan ke wilayah hukum Polda Aceh dan ditempatkan di 12 Polres.

Untuk Polres Bireuen, sebanyak 22 mahasiswa bersama satu perwira pendamping mendapat penugasan khusus. Sebelum turun ke lapangan, Selasa (10/2/2026), mereka mengikuti rangkaian kegiatan orientasi dan pemetaan penanganan bencana di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin Perwira Pendamping, KBP Taufik Hidayat SH SIK MSi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kedisiplinan, soliditas tim, serta kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Usai apel, rombongan mahasiswa STIK melaksanakan orientasi di Polres Bireuen dan disambut langsung Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MMed Kom. Kapolres memaparkan gambaran umum situasi keamanan serta kondisi kebencanaan di Kabupaten Bireuen, sekaligus mengapresiasi keterlibatan mahasiswa STIK dalam mendukung upaya penanganan bencana.

Baca juga: TMMD Ke-127 Kodim 0111/Bireuen Resmi Dimulai di Jeunieb

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Kabag Ops dan Kabag SDM Polres Bireuen terkait data serta kebutuhan penanggulangan bencana alam di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan, banjir yang terjadi berdampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Aktivitas pendidikan di wilayah terdampak terhenti sekitar 1,5 bulan.

Tercatat 30 titik pengungsian tersebar di 17 kecamatan dengan jumlah pengungsi mencapai 2.097 jiwa. Dalam peristiwa tersebut, 40 orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang serta dalam proses pencarian.

Kerusakan infrastruktur juga cukup besar, meliputi 58 unit jembatan putus dan 76 ruas jalan mengalami kerusakan, yang berdampak pada terganggunya akses mobilitas dan distribusi logistik.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa STIK Angkatan ke-83 melaksanakan pemetaan lanjutan di Polsek Peusangan guna memperoleh gambaran lebih detail terkait kondisi lapangan dan kebutuhan prioritas masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu menyusun pemetaan komprehensif sebagai dasar pelaksanaan program Dianmas, khususnya dalam mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana di Kabupaten Bireuen. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved