Berita Bireuen
Pemkab Bireuen Segera Pulihkan Sektor Perikanan Pascabanjir
Langkah ini dilakukan untuk membantu nelayan dan pembudidaya ikan agar kegiatan perikanan kembali berjalan normal di Bireuen pascabanjir
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Pemkab Bireuen bergerak cepat memulihkan sektor perikanan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, termasuk tambak, kolam budidaya, perahu nelayan, dan lainnya.Pendataan kerusakan seluas 4.943 hektar dan ratusan sarana perikanan telah dilakukan, menjadi dasar bantuan serta program rehabilitasi bersama pemerintah provinsi dan pusat.pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan dan kapasitas SDM nelayan agar sektor perikanan lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bergerak cepat untuk memulihkan sektor perikanan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kecamatan beberapa waktu lalu.
Langkah ini dilakukan untuk membantu nelayan dan pembudidaya ikan agar kegiatan perikanan kembali berjalan normal.
Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskominsa) Zubair SH MH, menyampaikan bahwa banjir dan longsor menyebabkan kerusakan luas pada tambak, kolam budidaya, perahu nelayan, serta sarana dan prasarana perikanan lainnya.
“Tidak sedikit nelayan kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya fasilitas dan matinya ikan yang siap panen,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: TMMD Ke-127 Kodim Bireuen Resmi Dimulai, Fokus Pembangunan Desa dan Peningkatan Kesejahteraan
Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen telah melakukan pendataan menyeluruh menggunakan instrumen Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA).
Berdasarkan data, luas tambak terdampak mencapai sekitar 4.943,33 hektar, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga rusak berat.
Selain itu, sejumlah sarana nelayan juga rusak, antara lain 223 kapal/perahu motor dan 415 alat tangkap.
Pemulihan fokus pada fungsi tambak dan kolam budidaya
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Jafar, menjelaskan, pemulihan fokus pada fungsi tambak dan kolam budidaya agar masyarakat segera bisa kembali berproduksi.
“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk dukungan lanjutan, termasuk usulan kebutuhan rehabilitasi ke Menteri Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.
Baca juga: Pulihkan Kawasan Permukiman Pascabanjir di Aceh Tamiang, Praja IPDN "Berenang" di Lumpur
Selain pemulihan fisik, Pemkab Bireuen mendorong penguatan kelembagaan kelompok perikanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan sektor perikanan, tetapi juga menjadikannya lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.
Dengan berbagai upaya ini, Pemkab Bireuen optimistis sektor perikanan akan kembali bangkit, berkontribusi pada ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pascabencana.(yus)
| Kemenkes Bantu 3 Ambulans untuk Tiga Puskesmas Terdampak Bencana di Bireuen |
|
|---|
| Ribuan KK Korban Banjir Bireuen Mulai Terima Dana Stimulan Ekonomi dan Bantuan Perabot |
|
|---|
| Sekda Bireuen Dilantik, M Nasir Sebut Sekda Adalah Komunikator Utama Pemerintahan Daerah |
|
|---|
| Nelayan Kuala Raja Bireuen Dibantu Pengurusan E-Pas Kapal Kecil 1-7 GT |
|
|---|
| Pemkab Tera Ulang Timbangan Pedagang di Gandapura, Begini Maknanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Salah-kawasan-tambak-udang-di-kawasan-Mon-Keulayu-Gandapura-Bireuen.jpg)