Selasa, 21 April 2026

Berita Bireuen

Pemkab Bireuen Segera Pulihkan Sektor Perikanan Pascabanjir

Langkah ini dilakukan untuk membantu nelayan dan pembudidaya ikan agar kegiatan perikanan kembali berjalan normal di Bireuen pascabanjir

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Salah kawasan tambak udang di kawasan Mon Keulayu Gandapura Bireuen rusak dihantam banjir bandang 
Ringkasan Berita:Pemkab Bireuen bergerak cepat memulihkan sektor perikanan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, termasuk tambak, kolam budidaya, perahu nelayan, dan lainnya.
 
Pendataan kerusakan seluas 4.943 hektar dan ratusan sarana perikanan telah dilakukan, menjadi dasar bantuan serta program rehabilitasi bersama pemerintah provinsi dan pusat.
 
pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan dan kapasitas SDM nelayan agar sektor perikanan lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen bergerak cepat untuk memulihkan sektor perikanan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kecamatan beberapa waktu lalu. 

Langkah ini dilakukan untuk membantu nelayan dan pembudidaya ikan agar kegiatan perikanan kembali berjalan normal.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis ST, melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskominsa) Zubair SH MH, menyampaikan bahwa banjir dan longsor menyebabkan kerusakan luas pada tambak, kolam budidaya, perahu nelayan, serta sarana dan prasarana perikanan lainnya. 

“Tidak sedikit nelayan kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya fasilitas dan matinya ikan yang siap panen,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: TMMD Ke-127 Kodim Bireuen Resmi Dimulai, Fokus Pembangunan Desa dan Peningkatan Kesejahteraan

Dinas Kelautan dan Perikanan Bireuen telah melakukan pendataan menyeluruh menggunakan instrumen Kajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA). 

Berdasarkan data, luas tambak terdampak mencapai sekitar 4.943,33 hektar, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga rusak berat. 

Selain itu, sejumlah sarana nelayan juga rusak, antara lain 223 kapal/perahu motor dan 415 alat tangkap.

Pemulihan fokus pada fungsi tambak dan kolam budidaya

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Jafar, menjelaskan, pemulihan fokus pada fungsi tambak dan kolam budidaya agar masyarakat segera bisa kembali berproduksi. 

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk dukungan lanjutan, termasuk usulan kebutuhan rehabilitasi ke Menteri Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.

Baca juga: Pulihkan Kawasan Permukiman Pascabanjir di Aceh Tamiang, Praja IPDN "Berenang" di Lumpur

Selain pemulihan fisik, Pemkab Bireuen mendorong penguatan kelembagaan kelompok perikanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan sektor perikanan, tetapi juga menjadikannya lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.

Dengan berbagai upaya ini, Pemkab Bireuen optimistis sektor perikanan akan kembali bangkit, berkontribusi pada ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pascabencana.(yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved