Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Tumbang Diduga Usai Santap Menu MBG, Puluhan Santri Dirawat di Rumah Sakit Aceh Singkil

Puluhan santri tersebut dilarikan ke rumah sakit, Rabu (11/2/2026) malam secara bergelombang. 

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Dede Rosadi
DIRAWAT: Santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, lantaran sakit diduga usai santap menu MBG, Kamis (12/2/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil dilarikan ke RSUD Aceh Singkil setelah mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut diduga usai menyantap menu MBG. Total pasien mencapai 33 orang.
  • Pihak Dinas Kesehatan melakukan investigasi dan mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab kejadian.
  • SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim sementara menghentikan operasional sambil menunggu hasil uji lab keluar.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil.

Setelah mengeluhkan sakit perut, pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). 

Puluhan santri tersebut dilarikan ke rumah sakit, Rabu (11/2/2026) malam secara bergelombang. 

Setelah mendapat penanganan darurat, para santri masih menjalani perawatan untuk pemulihan di RSUD Aceh Singkil di kawasan Gunung Laga.

Direktur RSUD Aceh Singkil, dr Mardiana, Kamis (12/2/2026) mengatakan kondisi santri sudah mulai stabil setelah mendapat perawatan intensif dari tim dokter. 

"Kondisi pasien sudah membaik, semua bisa ditangani sekarang sedang dalam masa perawatan," kata dr Nana sapaan akrab dr Mardiana, usai memantau langsung kondisi para santri. 

Menurut dr Nana awalnya pasien datang dengan keluhan mual, muntah, sakit perut dan pusing berjumlah 28 orang. 

Kemudian menyusul pasien lain sehingga jumlah keseluruhan mencapai 33 orang. 

Sementara itu berdasarkan pantauan para santri ditemani keluarga serta pihak pesantren di rumah sakit. 

Sejauh ini tinggal satu orang santri perempuan yang mengaku masih lemas. Sedangkan santri lainnya mengaku sudah pulih. 

Ketika ditanya para santri mengaku konsumsi menu MBG setelah shalat zuhur. 

Baca juga: 45 Hari KPM di Meunasah Krueng, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Cerdas Cermat Libatkan Emak-emak

Menu MBG yang mereka santap adalah mi buatan warga lokal yang acap disebut mi Aceh. Kemudian ada daging ayam suwir dan naget. 

Mulai merasakan pusing, mual dan muntah sekitar pukul 17.00 WIB sore. 

Menu MBG itu sendiri diantar petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim yang bersebelahan dengan pesantren sekitar pukul 10.00 WIB. 

Seperti kebiasaan sebelumnya lantaran masih merasa kenyang sebab paginya sudah sarapan santri memindahkan menu MBG ke tempat yang dimilikinya masing-masing. Barulah setelah shalat zuhur dimakan. 

Tidak semua santri yang santap menu MBG dirawat di rumah sakit. Ada beberapa santri yang mangaku hanya pusing sebentar setelah itu kembali normal. 

"Sempat juga pusing, Alhamdulillah tidak lagi," kata seorang santriwati saat ditemui di Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui, Kamis (12/2/2026) mengatakan kejadian santrinya alami sakit massal usai pengajian sore selepas shalat ashar. 

MENU MBG - Menu MBG yang disediakan oleh Yayasan Permata Harapan Madani, Selasa (14/10/2025).
MENU MBG - Menu MBG

"Sekitar jam lima sore mereka muntah. Saya pikir masuk angin biasa, saya kasih air panas dan minyak kayu putih mereka pulang ke pondok putri," kata Hj Asmawati. 

Namun sampai di pondok para santriwati banyak yang muntah. Mencegah hal tak diinginkan Hj Asmawati segera menghubungi pihak PT Nafasindo untuk meminta bantuan mobil ambulans serta mobil SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim untuk membawa santri ke rumah sakit. 

"Setelah shalat magrib ada yang menyusul juga dibawa ke rumah sakit," ujarnya. 

Terkait sakitnya para santri usai konsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi. 

Kebiasaan dari santri sebutnya, mendapat menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan tersebut baru disantap setelah selesai shalat zuhur.

"Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga. Karena pertama hasil lab belum keluar," ujarnya. 

Hj Asmawati juga menyebutkan tidak semua santrinya sakit. Berdasarkan catatannya santri yang dirawat di RSUD Aceh Singkil ada 32 dan 1 orang ustadz pesantren. 

Baca juga: Haji Uma Koordinasi dengan Satgas Nasional, Verifikasi Data Kerusakan Rumah Akan Diulang

Pada bagian lain Asmawati menyebutkan saat hari kejadian tidak ada santri yang jajan. Padahal biasanya dalam sehari kantin yang tersedia di kompleks pesantren mendapatkan Rp 200 ribu dari jajan santri. 

"Saya cek tidak ada santri yang jajan. Heran juga apa mereka merasa tak enak perut, makanya tak jajan. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah kejadian," kata mantan anggota DPRK Aceh Singkil tersebut. 

Mengenai makan sehari-hari santri untuk pagi dan malam dimasakkan pihak pesantren. 

Sedangkan makan siang, karena ada menu MBG tidak dimasakkan pihak pesantren. 

"Kalau biasanya kami di pondok ini, bukan santri yang masak. Pagi dimasakin karena ada yang masak. Siang karena ada menu MBG tidak masak takut mubazir karena santri kalau udah makan ga makan lagi. Sore masak lagi untuk malam," tukasnya.

Ia berharap para santrinya segera pulih seperti sedia kala. "Segera sehat, ada juga yang ga kena mungkin karena fisik mereka kuat," ujarnya.

Sementara itu tim Dinas Kesehatan Aceh Singkil, terpantau melakukan investigasi ke SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim di Desa Bukit Harapan. 

"Ada dua bidang yang berangkat yaitu investigasi keracunan makanan di SPPG Nasabe Sajan Yatim," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil.

Raja Maringin mengaku berdasarkan hasil investigasi sementara lokasi SPPG bersih, sudah sesuai standar. 

Terkait sampel makan yang dikonsumsi korban pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Aceh Singkil

"Sampel kita ambil untuk kita kirim ke laboratorium. Apakah ada kandungan bakteri yang memang bisa merusak pencernaan atau tidak. Kita sedang berproses," tukasnya. 

Pihak SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim, ketika ditanya belum bersedia memberikan komentar atas kejadian tersebut. 

Baca juga: Harga Emas Per Mayam Hari Ini di Banda Aceh Diam Tak Bergerak, 12 Februari 2026 Masih Dijual Segini

Mereka memilih menunggu hasil uji laboratorium keluar. Pihak SPPG Nasabe Sajan Yatim, juga untuk sementara stop beroperasi sampai ada hasil uji laboratorium.

Sementara itu informasi lain menyebutkan bukan hanya santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil yang dirawat di RSUD Aceh Singkil, karena keluhan mual, muntah, pusing dan sakit perut diduga usai santap menu MBG

Tapi ada dua orang siswa Madrasah Bunga Al-Quran yang lokasinya berdekatan. 

Sedang siswa taman kanak-kanak yang hanya berjarak puluhan meter dari SPPG Nasabe Sajan Yatim, tidak ada yang mengeluhkan sakit.

Berdasarkan informasi taman kanak-kanak tersebut walau menerima menu MBG. Namun saat hari kejadian tidak menyantapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved