Satu Tahun Muharram & Syukri
Pelayanan Publik di Aceh Besar: Dari Antrean Panjang ke Sistem Digital
Mal Pelayanan Publik Aceh Besar menghadirkan berbagai layanan dalam satu atap untuk memudahkan masyarakat menyelesaikan urusan administrasi.
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - DI era digital saat ini, kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi semakin mendesak.
Antrean panjang yang dulu menjadi pemandangan sehari-hari kini perlahan bergeser menuju sistem pelayanan terpadu yang lebih efisien.
Mal Pelayanan Publik (MPP) Aceh Besar hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut, menghadirkan berbagai layanan dalam satu atap untuk memudahkan masyarakat menyelesaikan urusan administrasi tanpa harus berpindah dari satu kantor ke kantor lainnya.
Sebagai pusat pelayanan terpadu, MPP Aceh Besar menyediakan sebanyak 27 counter layanan yang berasal dari berbagai instansi dan lembaga, baik pemerintah daerah, vertikal, maupun BUMN.
Keberadaan layanan dalam satu lokasi ini dinilai sangat membantu masyarakat karena dapat mengurus berbagai keperluan tanpa harus berpindah-pindah tempat.
Sepanjang tahun 2025, MPP Aceh Besar mencatat total 62.753 pengunjung yang telah memanfaatkan layanan publik di gedung tersebut.
Dari data tersebut, Counter Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi layanan yang paling banyak dikunjungi dengan total 16.917 pengunjung.
Urutan kedua ditempati BPJS Kesehatan dengan 9.239 pengunjung, disusul Imigrasi Kelas I Banda Aceh sebanyak 6.128 pengunjung, KPP Pratama Aceh Besar sebanyak 4.410 pengunjung, serta Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Besar dengan 3.322 pengunjung.
Selanjutnya, layanan Polresta Banda Aceh dikunjungi 2.881 pengunjung, Polres Aceh Besar sebanyak 2.598 pengunjung, BPKD sebanyak 2.470 pengunjung, DPMPTSP sebanyak 2.383 pengunjung, dan Dinas Sosial sebanyak 2.041 pengunjung.
Sementara itu, sejumlah layanan lainnya juga mencatat angka kunjungan yang cukup signifikan, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 1.710 pengunjung, Baitul Mal Aceh Besar 1.688 pengunjung, Kantor Pertanahan Aceh Besar 1.604 pengunjung, serta Mahkamah Syar’iyah Jantho dengan 1.527 pengunjung.
Adapun layanan Dinas Kesehatan mencatat 853 pengunjung, Dinas PUPR 813 pengunjung, BKPSDM 367 pengunjung, BPJS Ketenagakerjaan 353 pengunjung, PDAM Tirta Mountala 258 pengunjung, dan Disnakertrans 239 pengunjung.
Layanan lainnya seperti Bank Aceh Syariah mencatat 234 pengunjung, BP3MI 199 pengunjung, Klinik E-Katalog Lokal Aceh Besar 185 pengunjung, Kejaksaan Negeri Aceh Besar 131 pengunjung, Dinas Lingkungan Hidup 109 pengunjung, BPOM 74 pengunjung, serta Dinas Kelautan dan Perikanan dengan 20 pengunjung.
Perubahan wajah pelayanan publik di Aceh Besar bukan sekadar soal angka kunjungan atau jumlah counter yang tersedia.
Lebih dari itu, ia mencerminkan pergeseran budaya birokrasi dari pola lama yang identik dengan antrean panjang menuju sistem digital yang lebih transparan, cepat, dan terintegrasi.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, menegaskan bahwa masyarakat kini dapat memanfaatkan media sosial resmi MPP Aceh Besar untuk memperoleh informasi terkini mengenai jadwal pelayanan, hari ker - ja, serta waktu operasional.
Dengan langkah sederhana ini, pelayanan publik tidak lagi menjadi beban, melainkan bagian dari pengalaman yang tertata, efisien, dan selaras dengan semangat zaman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JKYU.jpg)