Senin, 20 April 2026

Berita Aceh Singkil

Usai Dirawat di RSUD Aceh Singkil, Puluhan Santri Sudah Kembali ke Pesantren

"Ya sudah pulang," kata dr Mardiana, Jumat (13/2/2026). Sebelumnya puluhan santri Daarul Musthofa As-Singkil, dievakuasi ke RSUD Aceh Singkil, Rabu.

|
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
RSUD Aceh Singkil di kawasan Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 32 santri dan 1 ustadz dari Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, telah kembali ke pesantren setelah dirawat di RSUD Aceh Singkil.
  • Mereka sebelumnya dievakuasi ke rumah sakit pada Rabu (11/2/2026) malam karena mengalami gejala sakit perut, pusing, mual, dan muntah, diduga setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).
  • Direktur RSUD Aceh Singkil, dr Mardiana, memastikan seluruh pasien sudah pulang.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, sebanyak 32 santri plus 1 orang ustadz sudah kembali ke pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah.

Informasi tersebut disampaikan Direktur RSUD Aceh Singkil, dr Mardiana.

"Ya sudah pulang," kata dr Mardiana, Jumat (13/2/2026).

Sebelumnya puluhan santri Daarul Musthofa As-Singkil, dievakuasi ke RSUD Aceh Singkil, Rabu (11/2/2026) malam. 

Lantaran mengeluhkan sakit perut, pusing, mual dan muntah diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu tim Dinas Kesehatan Aceh Singkil, terpantau mendatangi SPPG yang memasok MBG ke santri Daarul Musthofa di Desa Bukit Harapan. 

"Ada dua bidang yang berangkat sesuai perintah Kepala Dinas Kesehatan judulnya investigasi keracunan makanan di SPPG Trans 26," kata Raja Maringin Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil.

Baca juga: Usai Santap MBG, Puluhan Santri di Singkil Dilarikan ke Rumah Sakit

Diketahui Trans 26 merupakan nama populer dari Desa Bukti Harapan.

Raja Maringin mengaku berdasarkan hasil investigasi sementara lokasi SPPG bersih, sudah sesuai standar. 

Terkait sampel makanan yang dikonsumsi korban pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak RSUD Aceh Singkil

Lantaran sampel tersebut sudah ada di rumah sakit saat pasien pertama datang.

"Sampel kita ambil untuk kita kirim ke laboratorium. Apakah ada kandungan bakteri yang memang bisa merusak pencernaan atau tidak. Kita sedang berproses," tukasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved