Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Singkil

Usai Santap MBG, Puluhan Santri di Singkil Dilarikan ke Rumah Sakit

Puluhan santri tersebut dilarikan ke rumah sakit, Rabu (11/2/2026) malam, secara bergelombang. 

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI JUMAT 20260213 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil setelah usai menyantap menu MBG.
  • Setelah mendapat penanganan darurat para santri masih menjalani perawatan untuk pemulihan di RSUD Aceh Singkil di kawasan Gunung Laga.
  • Menu MBG yang mereka santap adalah mi buatan warga lokal yang acap disebut mi Aceh. Kemudian ada daging ayam suwir dan nudget. 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Puluhan santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil setelah mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, dan muntah yang diduga usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). 

Puluhan santri tersebut dilarikan ke rumah sakit, Rabu (11/2/2026) malam, secara bergelombang. 

Setelah mendapat penanganan darurat para santri masih menjalani perawatan untuk pemulihan di RSUD Aceh Singkil di kawasan Gunung Laga.

Direktur RSUD Aceh Singkil, dr Mardiana, Kamis (12/2/2026), mengatakan, kondisi santri sudah mulai stabil setelah mendapat perawatan intensif oleh tim dokter. "Kondisi pasien sudah membaik, semua bisa ditangani, sekarang sedang dalam masa perawatan," kata dr Nana--sapaan akrab dr Mardiana--usai memantau kondisi para santri. 

Menurut dr Nana, awalnya pasien datang dengan keluhan mual, muntah, sakit perut dan pusing berjumlah 28 orang. Kemudian menyusul pasien lain sehingga jumlah keseluruhan mencapai 33 orang. 

Sementara itu berdasarkan pantauan para santri ditemani keluarga serta pihak pesantren di rumah sakit. 

Sejauh ini tinggal satu orang santri perempuan yang mengaku masih lemas. Sedangkan santri lainnya mengaku sudah pulih. Ketika ditanya para santri mengaku mengonsumsi menu MBG setelah shalat Zuhur. 

Menu MBG yang mereka santap adalah mi buatan warga lokal yang acap disebut mi Aceh. Kemudian ada daging ayam suwir dan nudget. Santri mengaku mulai merasakan pusing, mual dan muntah usai shalat Asar.

Menu MBG itu sendiri diantar petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim yang bersebelahan dengan pesantren sekitar pukul 10.00 WIB. Seperti kebiasaan sebelumnya lantaran masih merasa kenyang, sebab paginya sudah sarapan, santri kemudian memindahkan menu MBG ke tempat yang dimilikinya masing-masing. Barulah setelah shalat Zuhur dimakan. 

Tidak semua santri yang santap menu MBG tumbang. Ada beberapa santri yang mengaku hanya  pusing sebentar setelah itu kembali normal. "Sempat juga pusing, Alhamdulillah tidak lagi," kata seorang santriwati saat ditemui di Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, saat ditemui Serambi, Kamis (12/2/2026) mengatakan, kejadian santrinya mengalami sakit massal usai pengajian sore selepas shalat Ashar. 

"Sekitar jam lima sore mereka muntah. Saya pikir masuk angin biasa, saya kasih air panas dan minyak kayu putih  mereka pulang ke pondok putri," kata Hj Asmawati.  Namun sampai di pondok para santriwati banyak yang muntah. Mencegah hal tak diinginkan, Hj Asmawati segera menghubungi pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit  PT Nafasindo untuk meminta bantuan mobil ambulans serta mobil SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim untuk membawa santri ke rumah sakit. "Setelah shalat Magrib ada yang menyusul juga dibawa ke rumah sakit," ujarnya. 

Terkait sakitnya para santri diduga usai mengonsumsi menu MBG, Hj Asmawati mengaku tidak mau berspekulasi. Kebiasaan dari santri, sebutnya, mendapat menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan tersebut baru disantap setelah selesai shalat Zuhur.

"Kalau masalah kena keracunan atau tidak saya tidak berani menduga. Karena pertama hasil lab belum keluar," ujarnya. Hj Asmawati juga menyebutkan tidak semua santrinya sakit. Berdasarkan catatannya, santri yang dirawat di RSUD Aceh Singkil ada 32 orang dan 1 orang ustaz pesantren. Pada bagai lain Asmawati menyebutkan bahwa saat hari kejadian tidak ada santri yang jajan. 

"Saya cek tidak ada santri yang jajan. Heran juga apa mereka meras ngak enak perut, makanya tak jajan. Tahun-tahunya sore kejadian," kata mantan anggota DPRK Aceh Singkil tersebut. Mengenai makanan sehari-hari santri, untuk pagi dan malam dimasakkan pihak pesantren. Sedangkan makan siang, karena ada menu MBG tidak dimasakkan oleh pihak pesantren. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved