Berita Bireuen
Truk Bertonase Lebih 30 Ton Tetap Dilarang Melintas di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Kutablang
“Setiap hari ada beberapa truk yang kami minta putar balik atau bongkar muatan agar bisa lewat Jembatan Kutablang,” ujarnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Demi menjaga keawetan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Kutablang di Kabupaten Bireuen, pihak berwenang kembali mengimbau agar truk bermuatan barang yang melintas tidak melebihi 30 ton.
- Truk yang kedapatan membawa muatan di atas batas tersebut diminta putar balik atau membongkar sebagian muatannya sebelum diizinkan melintas.
- Setiap hari ada sejumlah truk yang terpaksa diminta kembali oleh petugas karena melanggar ketentuan tonase.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Demi menjaga keawetan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum Kutablang di Kabupaten Bireuen, pihak berwenang kembali mengimbau agar truk bermuatan barang yang melintas tidak melebihi 30 ton.
Truk yang kedapatan membawa muatan di atas batas tersebut diminta putar balik atau membongkar sebagian muatannya sebelum diizinkan melintas.
Koordinator Lapangan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Aceh, Syafruddin atau S Dolles, Jumat (13/2/2026), mengatakan setiap hari ada sejumlah truk yang terpaksa diminta kembali karena melanggar ketentuan tonase.
“Setiap hari ada beberapa truk yang kami minta putar balik atau bongkar muatan agar bisa lewat Jembatan Kutablang,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas BPTD bersiaga di sekitar jembatan.
Saat mendapati truk bermuatan penuh, petugas langsung menghentikan kendaraan untuk memeriksa jenis barang dan surat tanda bukti telah melakukan penimbangan.
Dokumen tersebut kemudian diperiksa dan diamankan petugas, terutama jika terdapat catatan kelebihan muatan.
“Dokumen kami amankan agar tidak disalahgunakan di waktu lain,” kata seorang petugas sambil memperlihatkan berkas berwarna merah yang memuat catatan kelebihan tonase.
Baca juga: 31 Pilar Jembatan Krueng Tingkeum Kutablang Telah Terpasang, Progres Capai 12 Persen
Selain penertiban tonase, petugas juga mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan.
Kendaraan yang mencoba menyerobot antrean diminta kembali ke posisi semula.
Bahkan satu unit bus angkutan umum yang sempat mengambil jalur pintas diarahkan mundur dan kembali mengantre.
Syafruddin menambahkan, penjagaan dilakukan secara bergiliran selama 24 jam, yakni pukul 08.00–20.00 WIB dan 20.00–08.00 WIB, dengan menempatkan personel di sisi barat dan timur jembatan.
Ia menegaskan, hanya kendaraan dengan muatan di bawah 30 ton yang diperbolehkan melintas.
| Catat! Keuchik Bertanggung Jawab Penuh Membantu Petugas Verifikasi Korban Banjir |
|
|---|
| Bupati Bireuen Hadiri Relaunching Gedung AMANAH di Ladong Aceh Besar |
|
|---|
| Dua Imum Mukim di Gandapura Bireuen Dilantik, Ini Pesan Camat |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tegaskan Pendataan Rumah Rusak Harus Akurat dan Adil |
|
|---|
| Usai Direndam Banjir, Siswa SMKN 1 Peusangan-Bireuen Belum Belajar Praktik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petugas-mengawasi-kendaraan-yang-melintas-jembatan-bailey-Krueng-Tingkeum-Kutablang.jpg)