Minggu, 10 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari  2026 tak Terlihat di Langit Aceh, Ini Sebabnya

Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Ahli Falak Aceh yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA, 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari sebuah sumber oleh benda yang lain, sepertii terhalang cahaya matahari oleh bulan yang menyebabkan terjadinya gerhana matahari dan terhalang cahaya matahari oleh bumi yang menyebabkan gerhana bulan.

Gerhana matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).

Namun tidak setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan. 

Hal ini disebabkan bidang orbit bulan dalam mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi dalam mengitari matahari, namun bidang orbit bulan berbentuk miring dengan besar sudut sekitar 5 derajat.

Seandainya bidang orbit bulan sama dengan bidang orbit bumi, maka bisa dipastikan di setiap bulan baru akan terjadi gerhana matahari dan setiap bulan purnama terjadi gerhana bulan.

Untuk gerhana matahari dikenal ada empat jenis.

Baca juga: Daging Meugang Untuk Korban Banjir Diinstruksikan Kemendagri Berasal dari Peternak Lokal

Pertama, gerhana matahari total, di mana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan sehingga matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah. 

Kedua, gerhana parsial, di mana saat puncak gerhana terjadi hanya sebagian piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan. 

Ketiga, gerhana cincin, dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan bulan hanya menutupi pertengahan piringan matahari saja sehingga matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam. 

Keempat, gerhana hibrida, di mana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat gerhana matahari total dan di daerah lain terlihat dalam berbentuk gerhana cincin. 

Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.

Ahli Falak Aceh yang juga Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA, Sabtu (14/2/2026), menjelaskan, gerhana perdana di tahun 2026 merupakan gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada Selasa 17 Februari 2026 bertepatan 29 Syakban 1447 H. 

Gerhana matahari cincin ini terjadi mulai pukul 18.43.37 WIB sampai 19.42.21 WIB. 

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun THR ASN dan TNI 2026, Benerkah Akan Cair Lebih Cepat?

Peristiwa gerhana ini tidak bisa diamati di daratan Indonesia termasuk wilayah Aceh. Hal ini disebabkan bayangan gerhana tidak melewati daratan Indonesia. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved