Senin, 1 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Sempat Terhalang Barcode BBM, Damkar Berhasil Padamkan Kebakaran di SPBU

Operasi pemadaman ini sempat diwarnai insiden sulitnya unit damkar mengisi bahan bakar minyak (BBM) akibat regulasi barcode.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
KEBAKARAN - Petugas ketika memadamkan kebakaran di SPBU Tanahterban, Aceh Tamiang, Sabtu (14/2/2026). Operasi ini sempat diwarnai polemik penggunaan barcode BBM. 

Ringkasan Berita:DPKP Aceh Tamiang berhasil memadamkan kebakaran di SPBU Tanahterban, Karangbaru, yang diduga berasal dari percikan api saat pengelasan tangki minyak.
 
Operasi dibantu tiga armada damkar lokal dan dua armada tambahan dari TNI AD serta Damkar Kota Medan, sehingga api padam dalam kurang dari 15 menit.
 
Pemadaman sempat terhambat karena regulasi barcode BBM, sehingga petugas berharap ada pengecualian untuk kendaraan misi kemanusiaan.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Aceh Tamiang berhasil mencegah kebakaran yang lebih besar di SPBU Tanahterban, Karangbaru, Sabtu (14/2/2026) siang.

Operasi pemadaman ini sempat diwarnai insiden sulitnya unit damkar mengisi bahan bakar minyak (BBM) akibat regulasi barcode.

Plt Kadis PKP Aceh Tamiang, Ilham Malik mengatakan kebakaran ini terjadi di dalam area SPBU sekira pukul 14.00 WIB. Kobaran api berasal dari salah satu tangki minyak yang sedang diperbaiki.

Informasinya tangki tersebut sedang dilakukan pengelasan. Muncul dugaan  percikan api menyambar ke cairan minyak.

"Mengenai penyebab pastinya sedang didalami polisi," kata Ilham melalui Plt Kabid Damkar, Doni Indrawan.

Baca juga: Serahkan Sapi Meugang, Tito Karnavian Janji Jalani Puasa Pertama di Tenda Pengungsian Aceh Tamiang

Doni mengungkapkan pihaknya mengerahkan tiga unit armada ke lokasi kejadian. 

Belakangan dua armada milik TNI AD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan yang sedang menjalankan misi percepatan pemulihan banjir turut dikerahkan.

Doni mengatakan bantuan armada ini sangat membantu operasi pemadaman

Tak sampai 15 menit, tim gabungan sudah berhasil memadamkan si jago merah.

Misi penyelamatan ini diwarnai keluhan petugas pemadam yang kesulitan mengisi bahan bakar. 

Setiap harinya, seluruh armada dikerahkan mendukung distribusi air bersih sehingga membutuhkan konsumsi BBM lebih besar.

 Regulasi barcode BBM

Namun operasi kemanusiaan ini sering terhambat akibat regulasi barcode BBM.

"Setiap isi minyak selalu diminta barcode. Padahal ini status masih tanggap darurat, tapi SPBU tidak peduli," ungkap Doni seraya mengatakan barcode armada damkar tidak berfungsi akibat pembaruan aplikasi.

Dikatakannya beruntung pihaknya telah menyiagakan tiga armada sebagai antisipasi terjadinya musibah kebakaran

Mereka berharap ada pengecualian penggunaan barcode BBM terhadap kendaraan yang menjalankan misi kemanusiaan. (mad)

Baca juga: Menteri Pertahanan Tinjau Langsung Pengerukan Sungai di Tamiang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved