Selasa, 21 April 2026

Berita Bireuen

UIN Ar-Raniry dan ITS Pasang Unit Pengolahan Air Minum Portabel di Bireuen

Unit portabel dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, mendukung dapur umum, pemulihan lingkungan, dan kesehatan masyarakat pascabanjir

Penulis: Said Kamaruzzaman | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
MEMASANG IPAM - Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Program Studi Teknik Lingkungan dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya melaksanakan kegiatan “Kolaborasi Bersama Membantu Aceh” dengan menyerahkan dan memasang satu unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) portabel bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen. 
Ringkasan Berita:UIN Ar-Raniry UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerja sama dengan ITS Institut Teknologi Sepuluh Nopember memasang unit IPAM portabel di Gampong Kubu, Bireuen, untuk masyarakat terdampak banjir.
 
Alat ini mengolah air baku menjadi air minum melalui filter, Reverse Osmosis, dan sinar UV dengan pompa otomatis, kapasitas 100 liter per jam (2,4 m⊃3;/hari).
 
Unit portabel dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, mendukung dapur umum, pemulihan lingkungan, dan kesehatan masyarakat pascabanjir

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama Program Studi Teknik Lingkungan dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya melaksanakan kegiatan “Kolaborasi Bersama Membantu Aceh” dengan menyerahkan dan memasang satu unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) portabel bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

Unit IPAM portabel ini merupakan hasil karya tim ITS yang dipimpin Triyanda Gunawan, S.Si., M.Si., Ph.D., dan diserahkan ke tim UIN Ar-Raniry untuk dipasang di lapangan. 

Menurut Ketua Tim Distribusi IPAM, Ir. Muhammad Haikal, M.Sc., alat ini mampu mengolah air baku menjadi air minum melalui kombinasi teknologi media filter, Reverse Osmosis Membrane, dan sinar UV. 

Baca juga: PMB 2026, Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Sosialisasi ke SMA 1 Lhoksukon

Air baku yang digunakan berasal dari sumur bor komunal setempat. 

Keunggulan lain alat ini adalah sistem pompa otomatis pada tangki penampungan; jika level air rendah, pompa media filter akan bekerja secara otomatis, dengan kapasitas 100 liter per jam atau 2,4 m⊃3; per hari.

Pemasangan dilakukan di Meunasah Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, salah satu lokasi terdampak banjir paling parah di Kabupaten Bireuen

Kerusakan parah

Ketua PSLH UIN Ar-Raniry, Dr. Ir. Juliansyah Harahap  menjelaskan, bahwa Gampong Kubu dipilih karena kondisi geografisnya yang dikelilingi Krueng Peusangan dan kerusakan parah yang dialami.

Hal ini berdasarkan survei Tim Tanggap Bencana PSLH UIN Ar-Raniry di beberapa kecamatan terdampak. 

Lokasi ini juga masih membutuhkan suplai air minum untuk mendukung operasional dapur umum warga yang akan berlangsung hingga bulan Ramadhan, sehingga kebutuhan akan air minum layak menjadi mendesak.

Unit pengolahan yang dipasang bersifat portabel, sehingga dapat dipindahkan ke lokasi lain di wilayah Gampong yang juga membutuhkan suplai air bersih. 

Baca juga: UIN Ar-Raniry Targetkan 500 Besar Asia 2029, Perkuat Kemandirian Bisnis BLU

Hal ini memungkinkan kebermanfaatan alat tetap berlanjut di masa depan, terutama bila terjadi situasi darurat di masyarakat.

Kegiatan kolaboratif ini dilaksanakan pada 12 Februari 2026, melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi antara UIN Ar-Raniry dan ITS Surabaya, program ini diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang tidak hanya menjawab kebutuhan darurat masyarakat.

Tetapi juga memperkuat pembelajaran dan penelitian di bidang rekayasa pengelolaan air minum berkelanjutan. (*)

Baca juga: Daging Meugang Untuk Korban Banjir Diinstruksikan Kemendagri Berasal dari Peternak Lokal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved