Senin, 4 Mei 2026

Berita Bireuen

Mahasiswa PTIK dan Polres Bireuen Bersihkan SMKN 1 Peusangan, Sekolah Terparah Terdampak Banjir

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen, Sabtu (14/2/2026) melaksanakan kegiatan bakti sosial di SMK Negeri

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
BERSIHKAN SEKOLAH - Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen, Sabtu (14/2/2026) bakti sosial di SMK Negeri 1 Peusangan, salah satu sekolah terparah terdampak bencana banjir bandang, 26 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen menggelar bakti sosial membersihkan lumpur di SMKN 1 Peusangan yang terdampak banjir bandang.
  • Pembersihan difokuskan pada halaman sekolah dan saluran air untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekolah agar kembali layak digunakan.
  • Meski belajar mengajar sudah berjalan, banyak fasilitas seperti komputer dan buku rusak, ruang kelas terbatas, sehingga siswa masuk bergantian sekitar tiga kali seminggu.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen, Sabtu (14/2/2026) melaksanakan kegiatan bakti sosial di SMK Negeri 1 Peusangan, Bireuen

Kegiatan sosial ini sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang.

Seperti diketahui, SMKN 1 Peusangan, salah satu sekolah terdampak banjir bandang, komplek sekolah penuh lumpur.

Berbagai kalangan sudah turun membantu membersihkan lumpur tebal, namun hingga Februari, sekolah masih berlumpur di luar ruangan maupun bagian belakang sekolah kejuruan tersebut.

Kasi Humas Polres Bireuen, Iptu Marzuki mengatakan, pembersihan difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang masih dipenuhi lumpur sisa banjir.

Secara gotong royong, mahasiswa PTIK dan anggota Polres Bireuen membersihkan halaman sekolah, serta saluran air guna mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar dapat kembali digunakan secara optimal.

Baca juga: Usai Terima Bantuan Meugang dari Pusat Rp2,2 M Lebih, Bupati Bireuen Beli 90 Lembu di Pasar Hewan

Saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan.

Namun, sejumlah fasilitas penting seperti komputer dan buku-buku pelajaran hampir seluruhnya terdampak banjir dan tidak dapat digunakan lagi karena rusak. 

Untuk ruang kelas, sebagian sudah dapat difungsikan, meskipun jumlahnya masih terbatas.

Keterbatasan ruang yang layak pakai menyebabkan proses pembelajaran dilakukan secara bergantian, di mana
siswa masuk sekolah sekitar tiga kali dalam satu minggu.

Kondisi ini menuntut percepatan pemulihan agar kegiatan pendidikan dapat kembali normal.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun pascabencana.

Baca juga: Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan

Khususnya dalam memulihkan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar warga.

Diharapkan upaya bersama ini dapat mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan aktivitas
masyarakat, termasuk pendidikan, secara bertahap dan berkelanjutan. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved