Berita Bireuen
Mahasiswa PTIK dan Polres Bireuen Bersihkan SMKN 1 Peusangan, Sekolah Terparah Terdampak Banjir
Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen, Sabtu (14/2/2026) melaksanakan kegiatan bakti sosial di SMK Negeri
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen menggelar bakti sosial membersihkan lumpur di SMKN 1 Peusangan yang terdampak banjir bandang.
- Pembersihan difokuskan pada halaman sekolah dan saluran air untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekolah agar kembali layak digunakan.
- Meski belajar mengajar sudah berjalan, banyak fasilitas seperti komputer dan buku rusak, ruang kelas terbatas, sehingga siswa masuk bergantian sekitar tiga kali seminggu.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri angkatan ke-83/WPS bersama personel Polres Bireuen, Sabtu (14/2/2026) melaksanakan kegiatan bakti sosial di SMK Negeri 1 Peusangan, Bireuen.
Kegiatan sosial ini sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat terdampak bencana banjir bandang.
Seperti diketahui, SMKN 1 Peusangan, salah satu sekolah terdampak banjir bandang, komplek sekolah penuh lumpur.
Berbagai kalangan sudah turun membantu membersihkan lumpur tebal, namun hingga Februari, sekolah masih berlumpur di luar ruangan maupun bagian belakang sekolah kejuruan tersebut.
Kasi Humas Polres Bireuen, Iptu Marzuki mengatakan, pembersihan difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang masih dipenuhi lumpur sisa banjir.
Secara gotong royong, mahasiswa PTIK dan anggota Polres Bireuen membersihkan halaman sekolah, serta saluran air guna mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar dapat kembali digunakan secara optimal.
Baca juga: Usai Terima Bantuan Meugang dari Pusat Rp2,2 M Lebih, Bupati Bireuen Beli 90 Lembu di Pasar Hewan
Saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan.
Namun, sejumlah fasilitas penting seperti komputer dan buku-buku pelajaran hampir seluruhnya terdampak banjir dan tidak dapat digunakan lagi karena rusak.
Untuk ruang kelas, sebagian sudah dapat difungsikan, meskipun jumlahnya masih terbatas.
Keterbatasan ruang yang layak pakai menyebabkan proses pembelajaran dilakukan secara bergantian, di mana
siswa masuk sekolah sekitar tiga kali dalam satu minggu.
Kondisi ini menuntut percepatan pemulihan agar kegiatan pendidikan dapat kembali normal.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Polri menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun pascabencana.
Baca juga: Bantuan Darurat NGO Nasional Mengalir ke Aceh Pascabanjir, Abu Salam Pastikan Distribusi Transparan
Khususnya dalam memulihkan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar warga.
Diharapkan upaya bersama ini dapat mempercepat proses pemulihan serta mengembalikan aktivitas
masyarakat, termasuk pendidikan, secara bertahap dan berkelanjutan. (*)
| JCH Bireuen Siap Berangkat ke Tanah Suci, Masuk Kloter 5 & 8, Ini Jadwalnya |
|
|---|
| Feri Irawan Kembali Raih Penghargaan, Kepala SMKN 1 Gandapura Bireuen Ini Produktif Menulis Opini |
|
|---|
| Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMMAH Gandeng Polres Bireuen Bahas Etika Medsos |
|
|---|
| BPBD Bireuen Minta Tim Enumenatur Sesuai Fakta, Tidak Manipulasi Data |
|
|---|
| Pengurus Kabilah Dewantara Gelar Diskusi Strategis, Ini Bahasan Lainnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bersihkan-sekolah-15022026.jpg)