Jumat, 12 Juni 2026

Aceh Tamiang

Hancur Dihantam Banjir, Tanam Padi Perdana Diawali Kenduri Sawah

Masyarakat Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang mengadakan kenduri sawah sebagai tanda dimulainya masa panen..

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
KENDURI SAWAH - Sebagian masyarakat Sampaimah ketika mengikuti kenduri sawah, Minggu (15/2/2026). Momentum ini untuk membangkitkan semangat bertani pascabanjir bandang akhir tahun lalu. 

 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Kampung Sampaimah, Aceh Tamiang, adakan kenduri sawah tanda mulai panen pascabanjir. 
  • "Momentum bangkit setelah ekonomi terpuruk akibat banjir," kata Datok Penghulu Zul Aqli. 
  • Warga gotong-royong bersihkan sawah, sebagian sudah bisa ditanam kembali.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Masyarakat Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang mengadakan kenduri sawah sebagai tanda dimulainya masa panen pascabanjir.
Kenduri sawah ini diadakan di tengah hamparan sawah milik warga pada Minggu (15/2/206) siang.

Datok Penghulu Kampung Sampaimah, Zul Aqli mengatakan kenduri sawah merupakan momentum untuk bangkit setelah ekonomi warganya terpuruk akibat banjir bandang 26 November 2025. Dampak banjir diakuinya menyebabkan kerusakan parah terhadap hamparan sawah di daerah itu.

"Mayoritas warga kami mencari ekonomi dari sawah, wajar bila banjir kemarin membuat warga terpuruk," kata Zul Aqli.

Mirisnya kata dia, sebagian besar sawah yang dihantam banjir ketika itu sudah memasuki usia panen. Hal ini membuat petani terpukul karena menimbulkan kerugian besar.

"Sudah tinggal panen waktu itu, tapi belum bisa dikerjakan (panen) karena hujan setiap hari," ungkapnya.

Baca juga: Bantuan Korban Banjir Tahap Pertama Diserahkan Mendagri untuk 5.141 KK di Aceh Tamiang

Dibutuhkan waktu panjang bagi warga untuk memperbaiki sawah yang rusak akibat banjir. Kerusakan parah disebabkan tumpukan lumpur yang sangat tebal dan beberapa tebing sawah hanyut.

"Pelan-pelan kami bergotong-royong bersihkan sawah dari lumpur, sekarang ini sebagian sudah bisa ditanam kembali," lanjut Zul.

Kenduri sawah ini diisi dengan kegiatan makan siang bersama dan dipadu dengan pengajian serta doa. Masyarakat sangat antusias hadir terlebih dibalut dengan meugang menyambut meugang puasa Ramadan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved