Banda Aceh
ODGJ Kerap Iseng Matikan Listrik Warga, Diamankan di Banda Aceh
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh menertibkan seorang warga dengan gangguan...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Satpol PP-WH Banda Aceh tertibkan ODGJ yang resahkan warga Sukadamai, ganggu listrik rumah warga.
- ODGJ dibawa ke RSJ Aceh untuk penanganan lebih lanjut.
- Langkah cepat Satpol PP-WH, warga aman, ODGJ dapat perawatan layak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh menertibkan seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) berusia sekitar 50 tahun dari Jalan Dr Mr Moh Hasan, Gampong Sukadamai, Kecamatan Lueng Bata, Minggu (15/2/2026).
ODGJ tersebut dilaporkan kerap meresahkan masyarakat. Warga setempat mengeluhkan tindakannya yang kerap mematikan listrik rumah-rumah warga dengan menarik tuas MCB pada meteran listrik. Aksi tersebut menimbulkan keresahan karena mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Komandan Peleton 3 Satpol PP-WH Banda Aceh, Burhanuddin menjelaskan, pihaknya menerima panggilan darurat melalui call center 081219314001. “Begitu menerima aduan, kami langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penertiban,” ujarnya.
Tanpa perlawanan, ODGJ tersebut akhirnya berhasil dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Aceh guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Langkah cepat Satpol PP WH ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga sekaligus memastikan ODGJ tersebut memperoleh perawatan yang layak,” ucap Burhanuddin.
Baca juga: Pesawat Simulasi Haji di Asrama Haji Banda Aceh Diresmikan, Dihadiri Wagub
Sebelumnya, Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal menegaskan, meskipun evakuasi ODGJ sudah menjadi agenda rutin, ia tetap meminta seluruh personel untuk selalu waspada dan hati-hati dengan segala kemungkinan di lapangan.
Rizal secara khusus mengingatkan jajarannya untuk berkaca pada insiden tragis yang baru-baru ini terjadi di Kebumen, Jawa Tengah. “Kita harus belajar dari kasus yang terjadi di Kebumen baru-baru ini, di mana seorang rekan kita anggota Satpol PP harus kehilangan nyawa akibat dibacok oleh ODGJ saat sedang menjalankan tugas,” ujarnya.
Dikatakan, faktor keselamatan petugas adalah prioritas utama. “Pendekatan persuasif memang diutamakan, namun kewaspadaan diri terhadap potensi bahaya yang tidak terduga harus tetap di tingkat tertinggi,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Satpol-PP-WH-Kota-Banda-Aceh-saat-menertibkan-salah-seorang-ODGJ-yang-meresahkan.jpg)