Berita Aceh Barat Daya
Hari Pertama Meugang Ramadhan 1447, Segini Harga Daging Meugang di Abdya
semua hewan ternak yang dibawa ke lokasi pemotongan sudah lulus cek kesehatan dari Poskeswan setempat.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Hari pertama Meugang Ramadhan 1447 H di Abdya, harga daging sapi dan kerbau Rp 200 ribu per kg dengan pembeli membludak.Pemerintah menetapkan lima lokasi resmi penyembelihan dan mewajibkan hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan.Tradisi ini jadi momen berkumpul keluarga, sehingga warga tetap membeli meski harga tinggi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Harga daging sapi dan kerbau mencapai Rp 200 ribu per kilogram (Kg) pada hari pertama pelaksanaan tradisi meugang Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (16/2/2026).
Salah seorang pedagang daging dadakan di Blangpidie, Edi Azhar, mengatakan setiap tahunnya harga daging meugang di Abdya tidak ada perubahan.
"Harga daging kerbau dan sapi pada meugang ini masih sama dengan harga sebelumnya, yaitu Rp 200 ribu per kg. Untuk harga tulang dijual Rp 100 ribu per kg, sedangkan isi dalam Rp 60 per kg," kata Edi.
Menurutnya, antusias masyarakat membeli daging pada hari pertama meugang ini tergolong meningkat.
"Kita mulai berjualan pada pukul 06.00 WIB, Alhamdulillah Pada pukul 09.00 WIB, daging sudah habis terjual. Meugang hari pertama ini pembeli lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Di lokasi lain, Camat Manggeng, Ridhawiyardi, memantau langsung pemotongan hewan ternak sapi dan kambing di pinggir Lapangan Bola Kaki Tengku Peukan, Manggeng.
Baca juga: Warga Aceh Singkil Mulai Buru Daging Meugang, Segini Harga Per Kg Hari Ini
Untuk harga daging meugang di wilayah Manggeng, juga sama dengan harga di Blangpidie, yaitu Rp 200 ribu per kg
Ridha mengatakan, harga daging Rp 200 ribu per kg ini, tidak terlepas dari besarnya harga hewan hewan ternak yang dibeli oleh pedagang.
"Tradisi meugang ini sudah menjadi budaya dan kearifan lokal bagi masyarakat Aceh termasuk di Manggeng. Pada saat meugang tiba, semua sanak famili berkumpul pulang kampung untuk mencicipi hidangan bersama keluarga," ungkapnya.
Menurut Ridha, semua hewan ternak yang dibawa ke lokasi pemotongan sudah lulus cek kesehatan dari Poskeswan setempat.
"Tentunya kita tetap memastikan agar daging yang di jajal kepada pembeli bisa dikonsumsi dengan baik. Alhamdulillah, kondisi hari ini berjalan tertib meski warga berdesakan mendatangi lapak dadakan tersebut," ungkapnya.
Secara terpisah, salah seorang ibu rumah tangga di Blangpidie, Rahmanita, mengaku harga daging meugang di Abdya memang relatif sama setiap tahunnya
Baca juga: Wabup Abdya Zaman Akli Serahkan Rumah Bantuan Layak Huni Bantuan Baitul Mal
"Setiap tahunnya harga daging meugang memnag sama. Meskipun harganya mencapai Rp 200 ribu per kg, kita tetap beli.
Karena membeli daging saat Meugang sudah menjadi tradisi bagi kami untuk dinikmati bersama keluarga," katanya.
Surat Edaran Bupati Abdya
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Abdya menetapkan pelaksanaan tradisi hari meugang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dalam Surat Edaran Bupati Abdya Dr. Safaruddin Nomor 400.8/35, yang ditujukan kepada seluruh Camat dalam wilayah kabupaten setempat.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pelaksanaan hari meugang berlangsung pada Senin dan Selasa, 16–17 Februari 2026.
Selain mengatur waktu pelaksanaan meugang, surat edaran tersebut juga menetapkan lokasi resmi penyembelihan hewan meugang di wilayah Abdya.
Penetapan lokasi ini bertujuan untuk memastikan proses penyembelihan agar terkontrol, higienis, dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Baca juga: Lapak Ikan di Pasar Rakyat Manggeng Abdya Lama Terbengkalai
Adapun lima titik penyembelihan yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni di Pasar Gampong Pante Rakyat, Kecamatan Babahrot, pinggiran Sungai Krueng Panto Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee,
Selanjutnya, pinggiran Sungai Krueng Beukah Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Pasar Tanjung Bunga Gampong Gunong Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, serta Lapangan Teungku Pekan, Gampong Seuneulop, Kecamatan Manggeng.
Dalam surat edaran itu, Bupati Abdya juga mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penyembelihan maupun penjualan daging meugang pada H-1 sebelum hari pelaksanaan.
Imbauan tersebut dimaksudkan untuk menjaga ketertiban, kesehatan masyarakat, serta mencegah penumpukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
Pedagang juga diwajibkan memastikan hewan ternak yang akan disembelih telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Pertanian Kabupaten Abdya.
Ketentuan ini diberlakukan sebagai upaya menjamin keamanan dan kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat.
Surat edaran tersebut turut ditembuskan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Abdya, Ketua Lembaga Keistimewaan Aceh, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Abdya. (*)
Baca juga: BERITA POPULER - Perkiraan THR & Gaji 13 PNS 2026 Cair, Loker BPJS Kesehatan, Salinan Ijazah Jokowi
| Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitul Makmur, Plt Sekda Abdya: Investasi Akhirat |
|
|---|
| Debit Air di Pintu Intake Krueng Baru Menyusut, Ancam Puluhan Hektare Sawah Petani Abdya |
|
|---|
| Cuaca Abdya Hari Ini, 29 Mei 2026 Cerah, Suhu Di Babahrot Capai 32 Derajat Celcius |
|
|---|
| Prabowo Serahkan Sapi Kurban untuk Warga Abdya, Ketua DPRK: Terima Kasih Pak Presiden |
|
|---|
| PHBI Susoh Abdya Catat 136 Hewan Kurban Disembelih pada Idul Adha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/membeli-daging-meugang-di-kawasan-Blangpidie-2026.jpg)