Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Hari Pertama Meugang Ramadhan 1447, Segini Harga Daging Meugang di Abdya

semua hewan ternak yang dibawa ke lokasi pemotongan sudah lulus cek kesehatan dari Poskeswan setempat.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Masrian Mizani
DAGING MEUGANG - Warga Aceh Barat Daya (Abdya) sedang mengantre membeli daging meugang di kawasan Blangpidie, Senin (16/2/2026). 

Ringkasan Berita:Hari pertama Meugang Ramadhan 1447 H di Abdya, harga daging sapi dan kerbau Rp 200 ribu per kg dengan pembeli membludak.
 
Pemerintah menetapkan lima lokasi resmi penyembelihan dan mewajibkan hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan.
 
Tradisi ini jadi momen berkumpul keluarga, sehingga warga tetap membeli meski harga tinggi.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Harga daging sapi dan kerbau mencapai Rp 200 ribu per kilogram (Kg) pada hari pertama pelaksanaan tradisi meugang Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (16/2/2026).

Salah seorang pedagang daging dadakan di Blangpidie, Edi Azhar, mengatakan setiap tahunnya harga daging meugang di Abdya tidak ada perubahan.

"Harga daging kerbau dan sapi pada meugang ini masih sama dengan harga sebelumnya, yaitu Rp 200 ribu per kg. Untuk harga tulang dijual Rp 100 ribu per kg, sedangkan isi dalam Rp 60 per kg," kata Edi.

Menurutnya, antusias masyarakat membeli daging pada hari pertama meugang ini tergolong meningkat.

"Kita mulai berjualan pada pukul 06.00 WIB, Alhamdulillah Pada pukul 09.00 WIB, daging sudah habis terjual. Meugang hari pertama ini pembeli lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu," ujarnya. 

Di lokasi lain, Camat Manggeng, Ridhawiyardi, memantau langsung pemotongan hewan ternak sapi dan kambing di pinggir Lapangan Bola Kaki Tengku Peukan, Manggeng.

Baca juga: Warga Aceh Singkil Mulai Buru Daging Meugang, Segini Harga Per Kg Hari Ini

Untuk harga daging meugang di wilayah Manggeng, juga sama dengan harga di Blangpidie, yaitu Rp 200 ribu per kg 

Ridha mengatakan, harga daging Rp 200 ribu per kg ini, tidak terlepas dari besarnya harga hewan hewan ternak yang dibeli oleh pedagang.

"Tradisi meugang ini sudah menjadi budaya dan kearifan lokal bagi masyarakat Aceh termasuk di Manggeng. Pada saat meugang tiba, semua sanak famili berkumpul pulang kampung untuk mencicipi hidangan bersama keluarga," ungkapnya.

Menurut Ridha, semua hewan ternak yang dibawa ke lokasi pemotongan sudah lulus cek kesehatan dari Poskeswan setempat. 

"Tentunya kita tetap memastikan agar daging yang di jajal kepada pembeli bisa dikonsumsi dengan baik. Alhamdulillah, kondisi hari ini berjalan tertib meski warga berdesakan mendatangi lapak dadakan tersebut," ungkapnya.

Secara terpisah, salah seorang ibu rumah tangga di Blangpidie, Rahmanita, mengaku harga daging meugang di Abdya memang relatif sama setiap tahunnya 

Baca juga: Wabup Abdya Zaman Akli Serahkan Rumah Bantuan Layak Huni Bantuan Baitul Mal

"Setiap tahunnya harga daging meugang memnag sama. Meskipun harganya mencapai Rp 200 ribu per kg, kita tetap beli. 

Karena membeli daging saat Meugang sudah menjadi tradisi bagi kami untuk dinikmati bersama keluarga," katanya.

Surat Edaran Bupati Abdya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved