Jumat, 15 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Mahasiswa KKN Unimal Bangun Mesin Pengelolaan Sampah untuk Warga di Lhokseumawe

mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan insinerator yang aman dan bertanggung jawab

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Mahasiswa Unimal yang tergabung dalam Kelompok KKN-55 foto bersama saat mengakhiri KKN di Desa Paloh Punti Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe. (*) 
Ringkasan Berita:Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh (Unimal) membangun insinerator di Desa Paloh Punti, Lhokseumawe, untuk mengelola sampah kering.
 
Pembangunan dilakukan secara gotong royong dan disertai sosialisasi penggunaan kepada warga.
 
Program ini bertujuan meningkatkan kebersihan lingkungan dan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah.
 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 55, membangun insinerator sebagai solusi pengelolaan sampah bagi masyarakat di lokasi kegiatan, Desa Paloh Punti Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe.

Program ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sampah yang kerap menjadi tantangan di lingkungan desa.

Pembuatan insinerator tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya sampah kering yang sulit terurai.

“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan proses pengurangan volume sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkontrol,” Ketua Divisi Perlengkapan KKN 55, Yudha Asmara kepada Serambinews.com, Senin (16/2/2026).

Proses pembuatan insinerator kata Yudha, dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN 55 dengan memanfaatkan bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan desa.

Baca juga: 6.211 Unit Huntara di Aceh Rampung 100 Persen, Aceh Utara Terbanyak

Selain pembangunan fisik, mahasiswa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan insinerator yang aman dan bertanggung jawab.

Ketua Divisi Perlengkapan KKN 55 juga menyebutkan program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang dalam membantu pengelolaan sampah di Desa Paloh Punti.

“Pembuatan insinerator ini kami lakukan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membantu masyarakat mengurangi permasalahan sampah. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dirawat bersama,” ujar Yudha.

Komitmen mahasiswa menghadirkan program berdampak langsung

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN 55 Desa Paloh Punti, Okka Aditya, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Baca juga: BERITA POPULER - Perkiraan THR & Gaji 13 PNS 2026 Cair, Loker BPJS Kesehatan, Salinan Ijazah Jokowi

“Kami ingin program KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang. Insinerator ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menjaga kebersihan lingkungan Desa Paloh Punti,” ungkap Okka Aditya.

Okka Aditya juga berharap dengan adanya fasilitas tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved