Banda Aceh
Waled Nu dan Lem Faisal Ali Kembali Pimpin PWNU Aceh 2026-2031
Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) kembali terpilih kembali sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh dan Tgk H Faisal...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) terpilih kembali sebagai Rais Syuriah PWNU Aceh dan Tgk H Faisal Ali (Lem Faisal) sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh masa khidmat 2026-2031.
- Lem Faisal terpilih secara aklamasi dalam Konferwil XV PWNU Aceh.
- Konferwil ini mengusung tema "Membangun Kesadaran Ekologis Umat" dan membahas isu ekologis serta pemanfaatan barang-barang pascabanjir.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) kembali terpilih kembali sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh dan Tgk H Faisal Ali MPd atau Lem Faisal sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh masa khidmat 2026-2031.
Lem Faisal terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) XV PWNU Aceh, Sidang Konferwil dipimpin Bendahara PBNU Korwil Sumut Aceh, Faisal Ali Hasyim sebagai Ketua sidang, dan Drs H Azhari MSi sebagai sekretaris di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Konferwil NU Aceh ke-XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat” ini dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.
Ketua Umum PBNU itu juga menyampaikan refleksi kebangsaan sekaligus pesan spiritual jelang Ramadhan 1447H, momentum tersebut bertepatan dengan hari kelahirannya.
“Saya benar lupa, hari ini milad kelahiran saya sudah berusia 60 tahun, karena kesibukan berbagai kegiatan, tapi justru diingat oleh nahdliyin di Aceh. Keberkahan juga di bumi Aceh karena mendapat doa dari para guru, Tengku dan ulama Aceh,” ucap Gus Yahya.
Ketua PBNU itu juga mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus PWNU Aceh, terutama dalam lima tahun terakhir masa kepemimpinan Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) sebagai Rais Syuriyah dan Tgk H Faisal Ali sebagai Ketua Tanfidziyah.
“Suasana sangat sejuk bagi warga Nahdlatul Ulama Aceh. Keberadaan ulama juga sangat diapresiasi oleh masyarakat, terbukti para ulama mendapat kehormatan memimpin lembaga-lembaga yang luas di Aceh,” ujar Gus Yahya.
Baca juga: Kelakar Gus Yahya saat Pembukaan Konferwil XV: Ketua PWNU Aceh Biar Lem Faisal Lagi Saja
Sementara Lem Faisal mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah hadir dan ikut menyukseskan Konferwil ke-15 NU Aceh. Ia mengungkapkan akan menjalankan amanah warga Nahdliyin Aceh untuk membesarkan NU di Bumi Serambi Mekkah ini.
“Ketua hanya koordinator saja, sedangkan organisasi NU ini adalah milik seluruh masyarakat Aceh, terutama warga Nahdliyin, makanya kita wujudkan silaturrahmi dan program organisasi se Aceh, didukung oleh ketua-ketua PCNU Kabupaten kota,” ujar sosok yang juga akrab disapa Abu Sibreh itu.
Ia juga menyampaikan terdapat dua poin penting dalam Konferwil XV ini, yakni pelaksanaan bahtsul masail (musyawarah ilmiah).
“Pertama, tema pemanfaatan kayu atau barang-barang yang dibawa banjir bandang, dimana Aceh baru saja mengalami musibah banjir dan longsor, Kedua, bagaimana ekologis dalam prinsip keislaman. Kedua tema ini beririsan dengan banjir yang terjadi,” ujarnya.
Ia mengatakan, hasil pembahasan dan rekomendasi akan menjadi pegangan bagi masyarakat dalam menyikapi persoalan yang ada sesuai dengan hukum agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Waled-Nu-dan-Lem-Faisal-bersama.jpg)