Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Ramadhan 2026

Hilal Awal Ramadhan 2026 Tak Mungkin Terlihat Hari Ini di Aceh

Posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk (horizon), sehingga dipastikan tidak mungkin dapat diamati di Aceh.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ HENDRI ABIK
Pantauan hilal oleh Tim Falakiyah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar di Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh, di Lhoknga, Aceh Besar. 

Hilal Awal Ramadhan 2026 Tak Mungkin Terlihat Hari Ini di Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hilal penentu awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di Aceh dipastikan tidak mungkin terlihat pada hari ini, Selasa (17/2/2026). 

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi, berdasarkan hasil perhitungan Tim Falakiyah.

Berdasarkan perhitungan Tim Falakiyah Kemenag Aceh, Ijtima' awal Ramadhan 1447 H, Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19:01:07 WIB. 

Pada waktu tersebut, ketinggian hilal pada Markaz Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga, Aceh Besar adalah -0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi geosentrik 0,93 derajat, sehingga hilal belum memenuhi kriteria visibilitas.

“1 Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kami menyampaikan selamat menyambut Ramadhan 1447 H kepada seluruh umat Islam di Aceh. Mari kita persiapkan diri, baik fisik maupun mental, untuk menyambut rangkaian ibadah Ramadan tahun ini,” ujar Azhari.

Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari (Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Menurutnya, rukyatul hilal tetap menjadi acuan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadhan. 

Namun, berdasarkan perhitungan, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H masih berada di bawah ufuk (horizon), sehingga dipastikan tidak mungkin dapat diamati.

Karena itu, Kanwil Kemenag Aceh hanya akan menggelar kegiatan edukasi mengenai kondisi hilal serta menyampaikan siaran pers terkait awal Ramadhan. 

Kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar.

Tim Falakiyah: Hilal Dipastikan Tidak Terlihat

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra SHI MH, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

“Ijtimak awal Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB. Ijtimak tersebut terjadi setelah matahari terbenam, sehingga hilal dipastikan masih berada di bawah ufuk,” ujarnya.
Secara rinci, Alfirdaus menjelaskan bahwa matahari terbenam pada 29 Sya’ban pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat. 

Sementara itu, bulan telah lebih dahulu terbenam sebelum waktu magrib, yakni pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat dari utara searah jarum jam.

“Ketika matahari terbenam pada posisi 258 derajat, posisi hilal di markaz rukyat Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga, berada pada minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat,” ujarnya.

Alfirdaus menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia, di mana ketinggian hilal berkisar antara minus 1 derajat di wilayah Sumatra hingga minus 2,4 derajat di Papua.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved