Jumat, 24 April 2026

Komunitas

Dandim Abdya Ajak Wartawan Dukung dan Kawal Program Nasional

Komandan Kodim (Dandim) 0110/Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, mengajak insan pers untuk mendukung serta mengawal

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
Anadolu Agency
COFFE MORNING - Dandim 0110/Aceh Barat Daya, Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, bersilaturahmi dengan insan pers di salah satu kafe di Blangpidie, Selasa (17/2/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Komandan Kodim (Dandim) 0110/Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, mengajak insan pers untuk mendukung serta mengawal pelaksanaan program nasional di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan wartawan dalam agenda coffee morning di salah satu kafe di Blangpidie, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas TNI, terutama di tengah padatnya agenda penanganan bencana dan pelaksanaan program strategis pemerintah.

“Saya mohon maaf baru bisa bersilaturahmi. Selama ini kami disibukkan dengan penanganan bencana, apalagi status Aceh masih siaga bencana,” ujar Rana.

Lulusan Akademi Militer 2006 itu menegaskan, keterbukaan informasi dan pemberitaan media merupakan bagian penting dari kerja-kerja TNI di daerah. Publikasi yang akurat tidak hanya menyampaikan program kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen kontrol sosial terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

“TNI tidak bisa bekerja tanpa adanya pemberitaan dari media. Kolaborasi dengan wartawan sangat penting,” katanya.

Baca juga: Angka Pernikahan di Aceh Barat Daya Menurun di Tahun 2025, Ini Penjelasan Kankemenag Abdya 

Rana menjelaskan, selain tugas teritorial, TNI juga mengemban sejumlah peran non-operasional yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pendampingan ketahanan pangan melalui percetakan sawah baru dan optimasi lahan (oplah), serta pengawasan revitalisasi SMA yang kini dilakukan secara swakelola.

“Kegiatan revitalisasi SMA sekarang dilakukan secara swakelola, sehingga TNI ditugaskan mengawasi agar cepat terealisasi,” jelasnya.

Kodim Abdya juga dilibatkan dalam pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan perkampungan nelayan, serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Namun, pelaksanaan pembangunan gerai KDMP di Aceh masih menghadapi kendala, terutama akibat faktor bencana serta karakter proyek yang padat karya.

Ia berharap KDMP ke depan dapat menjadi pusat pemenuhan kebutuhan MBG di daerah, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di wilayah Abdya.

“Harapannya kebutuhan MBG tidak lagi belanja ke luar seperti Berastagi atau Medan. Sasaran MBG ke depan adalah KDMP, sehingga perputaran uang tetap di desa,” ujarnya.

Rana juga menyoroti potensi persoalan sumber daya manusia dalam pengelolaan KDMP yang perlu mendapat perhatian serius agar program tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Menurutnya, kompleksitas pengawasan berbagai program strategis tersebut tidak mungkin ditangani satu institusi saja. Karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas.

“Untuk mengawasi dan mengontrol semua program ini, institusi kami tidak mampu bekerja sendiri. Kami butuh kerja sama rekan-rekan media untuk ikut membantu mengawasinya,” pungkasnya.

Pertemuan menjelang Ramadan 1447 Hijriah itu menjadi forum awal memperkuat kemitraan antara TNI dan media di Abdya di bawah komando Letkol Inf Rana Mega Al-Amin. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved