Minggu, 19 April 2026

Ramadhan 2026

Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Rektor Unmuha Aceh: Semua Punya Dasar Dalil

Ia menegaskan, perbedaan tersebut tidak perlu lagi dipersoalkan. Melainkan harus disikapi dengan sama-sama saling menghargai

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Rianza Alfandi
PERBEDAAN RAMADHAN – Rektor Unmuha Aceh, Aslam Nur, menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah khususnya di Aceh bukan sebuah persoalan. Hal itu disampaikan usai pelaksanaan shalat tarawih perdana di Masjid Djakfar Hanafiah, Kampus Unmuha Aceh, Selasa (17/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, Aslam Nur, menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah khususnya di Aceh bukan sebuah persoalan.
  • Hal itu karena masing-masing pihak memiliki dasar dalil yang jelas dan kuat.
  • Ia menegaskan, perbedaan tersebut tidak perlu lagi dipersoalkan. Melainkan harus disikapi dengan sama-sama saling menghargai dan menghormati.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh, Aslam Nur, menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah khususnya di Aceh bukan sebuah persoalan. 

Hal itu karena masing-masing pihak memiliki dasar dalil yang jelas dan kuat.

“Menurut saya masyarakat kita sudah dewasa, artinya memahami perbedaan ini, semua punya dasar dalil,” kata Aslam saat diwawancarai usai pelaksanaan shalat tarawih perdana sebagai penanda dimulainya ibadah Ramadhan 1447 H, di Masjid Djakfar Hanafiah, Kampus Unmuha Aceh, Selasa (17/2/2026). 

Muhammadiyah, kata Aslam, dalam menentukan awal Ramadhan dan Idulfitri menggunakan metode hisab berdasarkan perhitungan astronomis bulan dan matahari, sementara kelompok lain menggunakan rukyat, yakni pengamatan hilal. 

Ia menegaskan, perbedaan tersebut tidak perlu lagi dipersoalkan. Melainkan harus disikapi dengan sama-sama saling menghargai dan menghormati.

“Teman-teman lain itu mereka menggunakan istilah rukyat, melihat bulan dulu. 

Baca juga: BREAKING NEWS - Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Jadi kalau tidak terlihat, mereka genapkan jadi 30 hari bulan Syakban. Saya pikir di Indonesia ini bukan persoalan lagi terjadi perbedaan dalam 1 Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya. 

Aslam mengungkap, berdasarkan instruksi PP Muhammadiyah, seluruh warga Muhammadiyah di Indonesia mulai malam ini sudah melaksanakan shalat tarawih dan mulai menjalankan puasa pertama sejak besok, Rabu (18/2/2026).

“Jadi di semua masjid dan musala yang dimiliki oleh Muhammadiyah mulai malam ini sudah kita laksanakan sahlat tarawih,” ujarnya. 

Ia menambahkan, khusus di Banda Aceh terdapat empat titik pelaksanaan shalat tarawih yang dikelola Muhammadiyah, yakni di kampus Unmuha, Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, Panti Asuhan Punge Blang Cut, serta Musala Aisyiyah Sukaramai.

Sebagaimana diketahui, PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026). 

Hal itu, sebagaimana Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 pada 22 September 2025 lalu.

Sementara itu, Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat (20/3/2026).

Baca juga: VIDEO Menteri Agama Nasaruddin Umar Tetapkan 1 Ramadhan pada Hari Kamis

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved